TAAT KEPADA KEHENDAK ALLAH
(KEJADIAN 26:1-6)
Tujuan umum: Anak belajar untuk
setia dan taat kepada perintah Tuhan
LAGU-LAGU (NYANYIKAN DI PEMBUKAAN
IBADAH DAN JIKA MASIH ADA LAGU PENUTUP DI KELAS GUNAKAN LAGU YANG ADA DALAM
DAFTAR INI)
1. SETIA,SETIALAH
2. TAAT
3. AKU PERCAYA
4. JANJIMU TUHAN
5. JALAN SERTA YESUS
6. KU MAU CINTA YESUS
7. KJ 422 YESUS BERPESAN
PENJELASAN BAHAN
Konteks kitab kejadian 26
menceritakan perjalanan hidup Ishak sebagai penerus janji Allah kepada Abraham.
Pasal ini menunjukkan bahwa Allah tidak berhenti pada satu generasi, tetapi
berlanjut kepada keturunannya.
Dalam cerita ini, terjadi
kelaparan di negeri kanaan. Secara logis, Mesir adalah tempat aman karena
terkenal sebagai lumbung pangan. Tetapi Allah secara langsung memerintahkan
Ishak untuk tidak pergi ke Mesir, melainkan tinggal di negeri yang Allah tunjukkan
yaitu Gerar.
Isi utama teks:
1. Allah memberi perintah
(ayat 2-3)
2. Allah memberi janji
penyertaan dan berkat (ayat 3-5)
3. Ishak taat meskipun
situasi sulit (ayat 6)
Pesan teologis:
1. Ketaatan kepada Allah
seringkali menuntut kepercayaan bukan kenyamanan
2. Janji Allah menyertai
ketaatan, bahkan di tengah krisis
3. Taat bukan hanya
mendengar, tetapi melakukan kehendak Allah.
Bahan ajar kelas Indria
Tema: Taat kepada Kehendak Allah
Bahan Alkitab: Kejadian 26:1-6
Ayat hafalan: Ulangan 27:10a
“Sebab itu engkau harus mendengar suara Tuhan Allahmu”
Pendekatan: permainan interaktif,
cerita sederhana dan mewarnai
Awali dengan permainan “Ikuti
Perintah”. Guru dapat mencotohkan gerakan sederhana lalu anak diminta
mengikuti.
Setelah permainan jelaskan arti
permainan itu, yaitu mendengar perintah dan melakukannya. Taat kepada Tuhan
artiny mendengar firman Tuhan dan
melakukannya. Dalam cerita hari ini, ada seorang bapak yang sangat taat kepada
Tuhan. Pada suatu saat, ada bencana kelaparan di negeri Kanaan. Kelaparan
artinya hujan tidak turun, tanaman tidak tumbuh dan makanan susah didapat.
Seorang bapak yang tinggal di Kanaan, mau pergi ke Mesir, karena di Mesir ada
makanan. Tetapi…..Tuhan Allah berfirman supaya bapak itu tinggal di negeri
namanya Gerar. Tuhan Allah berjanji bahwa Tuhan Allah akan memberkati bapak itu
bersama keluarganya. Bapak itu memilih taat kepada firman Tuhan dan tinggal di
Gerar. Bapak itu taat kepada Tuhan dan Tuhan memberkatinya. Nah adik-adik, nama
bapak itu adalah Ishak, anak dari bapak Abraham. Ishak juga anak yang taat
kepada perintah Tuhan seperti bapak Abraham. Adik-adik, Tuhan senang kalau kita
mendengar dan melakukan Firman Tuhan dan Tuhan akan memberkati anak yang taat
kepada perintah Tuhan.
Alat dan bahan:
1. Gambar Ishak sejumlah
anak.
2. Crayon, pensil warna
atau spidol warna
akhiri dengan doa bersama (guru
ucapkan dan dikuti semua anak): Tuhan, terima kasih karena Engkau selalu
memberkati kami. Tolong kami untuk taat kepada-Mu setiap hari. Amin
Bahan ajar kelas Pra tanggung
Tema: Taat kepada Kehendak Allah
Bahan Alkitab: Kejadian 26:1-6
Ayat hafalan: Amsal 3:5a
“Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu”
Pendekatan: cerita sederhana,
aktivitas
Suatu hari, negeri tempat Ishak
tinggal yaitu tanah Kanaan mengalami kelaparan. Hujan tidak turun, tanaman
susah tumbuh dan manusia susah dapat makanan. Ishak mau pergi dari Kanaan ke
Mesir karena di Mesir ada banyak makanan. Tetapi Tuhan berkata kepada Ishak
untuk jangan pergi ke Mesir, tinggal di Gerar dan Tuhan akan memberkati serta
menyertai Ishak.
Perintah Tuhan rasanya sulit.
Tinggal berarti berani percaya. Pergi terasa lebih aman. Tetapi Ishak memilih
percaya kepada Tuhan. Ia tetap tinggal, meskipun tidak mudah.
Tuhan menepati janji-Nya. Ishak
mengalami pertolongan Tuhan.
Taat kepada Tuhan artinya
percaya, walau pilihan itu terasa sulit. Contohnya saat ingin melawan orang tua
kita belajar taat. Atau saat takut, kita belajar percaya kepada Tuhan.
Penerapan:
Menulis kartu komitmen
Alat dan bahan: kertas dan pulpen
Bagikan kertas kepada anak-anak
(1 lembar HVS dibagi 8). Minta anak menulis kalimat “Aku mau taat kepada Tuhan
dengan cara………….”
Akhiri dengan doa bersama: Ya
Tuhan, tolonglah kami supaya kami selalu taat kepada firman-Mu dan mengasihi
sesama kami. Amin.
Bahan ajar kelas tanggung
Tema: Taat kepada Kehendak Allah
Bahan Alkitab: Kejadian 26:1-6
Ayat hafalan: Yohanes 14:15 “Jika
kamu mengasihi Aku, kamu menuruti perintah-Ku”
Pendekatan: diskusi
Awali kelas dengan membaca
bersama kejadian 26:1-6 (bisa dibaca bersama atau berbalasan ayat bernomor
genap oleh perempuan dan ayat bernomor ganjil oleh laki-laki)
Pertanyaan diskusi:
1. Apakah nama tempat
yang menjadi tujuan Ishak ketika kelaparan datang ke Kanaan?
2. Siapakah nama raja
orang Filistin?
3. Apa perintah Allah
kepada Ishak (ayat 2)?
4. Apa janji Allah kepada
Ishak ketika Tuhan melarang Ishak pergi ke Mesir?
5. Di manakah Ishak
tinggal setelah Allah melarang dia ke Mesir?
6. Menurut adik-adik,
mengapa Ishak memilih taat kepada perintah Tuhan?
Adik-adik terkasih, Ishak memilih
taat kepada Tuhan karena ia percaya sungguh kepada Tuhan. Cerita Ishak
mengajarkan kita untuk percaya sungguh-sungguh kepada Tuhan. Taat kepada
peruntah Tuhan. Taat kepada Tuhan bukan karena takut dihukum atau masuk neraka,
tetapi karena kita mengasihi Tuhan. Taat berarti percaya bahwa Tuhan tahu yang
terbaik untuk kita.
Penerapan: belajar studi kasus
Bagi kelompok kelas menjadi 3
kelompok, masing-masing kelompok diminta mendiskusikan satu kasus. Cerita kasus
ini dapat diperbanyak untuk dibagikan kepada setiap kelompok
Kasus 1
Judul: ikut teman atau taat?
Cerita kasus:
Suatu hari, Jeremi dan
teman-teman sedang bermain di sekolah. Saat jam istirahat, beberapa teman
mengajak Jeremi keluar kelas tanpa izin guru. Temannya berkata: “tenang saja,
semua juga ikut. Guru tidak akan tahu’. Jeremi tahu bahwa aturan sekolah melarang
keluar kelas tanpa ijin. Ia juga ingat bahwa orangtuanya selalu mengajarkan
untuk taat kepada aturan.
Jeremi bingung. Kalau ia menolak,
teman-temannya bisa mengejek dan tidak mau lagi berteman dengannya. Tetapi
kalau iktu, ia tahu itu tidak benar
Pertanyaan diskusi:
1. Pilihan apa saja yang
dimiliki Jeremi?
2. Menurutmu, pilihan
mana yang sesuai kehendak Tuhan?
3. Apa yang mungkin
dirasakan Jeremi jika ia taat?
4. Apa yang bisa terjadi
kalau Jeremi memilih ikut teman-temannya?
Kasus 2
Judul: Jujur atau Aman?
Cerita:
Ketika ulangan, Bintang melihat
jawaban temannya. Ia belum selesai mengerjakan dan waktu hampir habis. Temannya
berbisik “kamu boleh melihat jawabanku”. Bintang tahu bahwa menyontek itu
salah. Ia ingin dapat nilai bagus tetapi juga taat kepada Tuhan.
Pertanyaan
1. Apa yang membuat
Bintang ragu menyontek?
2. Apa yang akan kamu
lakukan jika kamu adalah Bintang?
3. Mengapa kejujuran
penting bagi Tuhan?
4. Bagaimana perasaanmu
jika tetap memilih tidak menyontek tapi nilaimu biasa saja?
Kasus 3
Judul: Pilihan yang tidak mudah
Cerita
Hari minggu pagi, Riko ingin ke
pantai untuk ambil meting. Tetapi hari itu, keluarganya mengajak Riko ke
gereja. Riko berkata dalam hati “Kalau aku pergi pantai sekarang, pasti aku
dapat banyak meting”. Ia tahu bahwa beribadah adalah cara untuk menghormati
Tuhan tetapi keinginannya untuk ke pantai sangat besar.
Pertanyaan
1. Apa yang membuat
pilihan Riko sulit?
2. Mengapa beribadah itu
penting?
3. Bagaimana cara Riko
tetap taat tanpa merasa terpaksa?
4. Pernahkah kamu
mengalami hal yang sama seperti Riko?
Catatan untuk guru:
Biarkan anak menjawab sesuai
pengetahuan mereka. Tugas guru adalah mengarahkan anak untuk memahami maksud
cerita di atas
Cerita 1: taat kepada Tuhan
membuat kita berbeda tetapi Tuhan selalu menyertai
Cerita 2: taat artinya memiliki
hati yang jujur bukan hasil yang tidak benar
Cerita 3: taat kepada Tuhan
artinya menempatkan Tuhan di atas keinginan sendiri.
Akhiri dengan doa bersama: Ya
Tuhan, terima kasih atas pernyertaan-Mu kepada kami. Tolonglah kami untuk
selalu taat kepada-Mu. Amin.
Bahan ajar kelas remaja
Tema: Taat kepada Kehendak Allah
Bahan Alkitab: Kejadian 26:1-6
Ayat hafalan: Yohanes 14:15 “Jika
kamu mengasihi Aku, kamu menuruti perintah-Ku”
Pendekatan: diskusi
Awali kelas dengan membaca
bersama kejadian 26:1-6 (bisa dibaca bersama atau berbalasan ayat bernomor
genap oleh perempuan dan ayat bernomor ganjil oleh laki-laki).
Jelaskan latar belakang teks bahwa Ishak
mengalami krisis ekonomi. Jalan keluar terbaik menurut Ishak adalah pergi ke
Mesir. Di sana, ada banyak makanan. Tetapi Tuhan Allah melarang ia ke sana.
Tuhan melarang jalan keluar yang menurut Ishak paling aman. Ketaatan
membutuhkan keberanian dan iman. Ketaatan artinya setia kepada Tuhan di atas
kehendak diri sendiri.
Ajak anak diskusi singkat tentang
tema taat atau ikut perkembangan zaman
Pengantar diskusi:
Zaman sekarang, banyak hal
dianggap normal karena dilakukan banyak orang. Jika tidak iktu, kita sering
dianggap aneh, ketinggalan zaman atau tidak gaul. Tetapi sebagai pengikut
Kristus, kita dipanggil untuk taat kepada kehendak Tuhan.
Pertanyaan diskusi:
1. Apayang dimaksud
dengan “perkembangan zaman”? (misalnya gaya hidup, pergaulan, tren media
sosial, cara berbicara, cara berpakaian,
sikap terhadap kejujuran)
2. Pernahkah kamu berada
di kondisi harus memilih antara ikut teman atau melakukan yang benar? Bagaimana
perasaanmu saat itu?
3. Menurutmu mengapa taat
kepada Tuhan kadang terasa lebih sulit daripada ikut arus?
4. Apa resiko jika kita
selalu mengikuti perkembangan zaman tanpa berpikir?
5. Bagaimana cara tetap
taat kepada Tuhan tanpa merasa terasing atau sendirian?
Refleksi:
Ishak hidup di masa sulit, semua
orang memilih jalan yang kelihatan aman. Tetapi Ishak memilih taat kepada
Tuhan. Ketaatan Ishak bukan karena dia kuat, tetapi karena ia percaya Tuhan
setia.
Penutup: taat kepada Tuhan bukan
berarti menolak perkembangan zaman tetapi berani hidup dengan nilai yang benar
di tengah-tengah arus perkembangan dunia.
Penerapan: ajak anak menulis
komitmen untuk melakukan ketaatan kepada Tuhan dalam minggu ini misalnya jujur,
menggunakan media sosial dengan bijak, sikap kepada orang tua atau soal
pergaulan dengan teman). Bagikan kertas kepada anak dan minta mereka menuliskan
komitmen mereka dalam minggu ini. Satu kertas HVS dapat dibagi 8 dan diberikan
kepada setiap anak. Kartu komitmen itu dipegang oleh anak-anak untuk dilakukan
dalam minggu ini.
Akhiri dengan doa bersama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar