Jumat, 20 Februari 2026

bahan ajar sekolah minggu (pelayanan anak dan remaja) seri tokoh Alkitab yusuf

TETAP SETIA
TUJUAN UMUM
Anak-anak memahami bahwa:
1. Tuhan menyertai mereka walaupun keadaan mereka tidak menyenangkan
2. Tetap jujur dan rajin walau diperlakukan tidak adil
3. Kesetiaan lebih penting daripada kenyamanan
BAHAN BACAAN: Kejadian 39:1-23
LAGU-LAGU:
HALLO APA KABAR TEMAN?
K.A.S.I.H
MATA TUHAN MELIHAT
SETIA,SETIALAH
PENJELASAN BAHAN
Kejadian 39 meceritakan kehidupan Yusuf setelah dijual ke Mesir. Ia bekerja di rumah Potifar, seorang pejabat penting di Mesir. Di sana Yusuf dipercaya karena ia rajin dan Tuhan menyertainya. Namun Yusuf menghadapi godaan dan tuduhan tidak benar yang membuatnya di penjara.
Teks ini menekankan bahwa:
1. Penyertaan Tuhan yang konsisten
2. Integritas dalam tekanan
3. Kesetiaan dalam situasi tidak adil
Pada zaman Mesir kuno, budak tidak memiliki hak hukum. Seorang budak bisa dihukum tanpa pembelaan. Rumah tangga pejabat seperti Potifar memiliki struktur hierarki yang kuat. Godaan dan penyalahgunaan kekuasaan adalah kenyataan sosial pada masa itu. artinya Yusuf benar-benar berada dalam posisi rentan dan tidak berdaya.
Nilai teologis dari cerita ini adalah:
1. Tuhan menyertai umat-nya bahkan dalam penderitaan
2. Kesetiaan tidak bergantung pada keadaan
3. Integritas adalah bentuk ibadah
4. Tuhan bekerja bahkan saat keadilan manusia tidaak terlihat.
Bahan ajar kelas indria
Tema: Tetap Setia
Bahan Alkitab: Kejadian 39:1-23
Ayat hafalan: Kejadian 39:2a “Tuhan menyertai Yusuf”
Pendekatan: cerita sederhana, tanya jawab sederhana, gerak dan ekspresi
Bahan ajar:
Pembukaan: ajak anak bermain “Ikut aku”
Caranya: guru berjalan dan anak mengikuti di belakang. Kemudian guru berkata “Kalau Tuhan menyertai, kita tidak sendirian!”. Minta anak untuk mengikuti kalimat ini.
Anak-anak, Yusuf yang terbuang oleh saudara-saudaranya, akhirnya dijual ke tanah Mesir. Di sana Yusuf bekerja di rumah seorang kaya di Mesir. Yusuf tidak mengeluh dan sangat rajin.
Setiap pagi Yusuf bangun dan melalukan tugasnya dengan baik. Ia menyapu, merapikan dan mengurus banyak hal. Tuannya melihat bahwa Yusuf adalah orang yang bisa dipercaya. Dan Alkitab berkata sesuatu yang penting: Tuhan menyertai Yusuf. Artinya Tuhan bersama Yusuf. Walau Yusuf jauh dari rumah, walau tidak ada ayah dan ibu, Tuhan tetap dekat.
Suatu hari Yusuf mengadapi keadaan yang tidak mudah. Ia diajak melakukan hal yang salah. Tidak ada orang yang melihat. Ia bisa saja memilih yang tidak baik tetapi Yusuf berkata “Aku tidak mau berbuat salah”. Mengapa? Karena Yusuf mengasihi Tuhan. Yusuf ingin tetap setia. Lalu sesuatu yang tidak adil terjadi. Yusuf justru dimasukkan ke dalam penjara. Padahal ia tidak salah. Wahh…pasti sedih ya? Tapi dengarkan ini baik-baik: Alkitab berkata lagi: Tuhan menyertai Yusuf. Di rumah orang kaya, Tuhan menyertai Yusuf. Di penjara, Tuhan menyertai Yusuf.
Anak-anak, kadang-kadang kita juga dituduh dan dimarahi. Tetapi seperti Yusuf, kalau kita tidak melakukan yang salah, Tuhan selalu menyertai kita.
PENERAPAN (AKTIVITAS): Aku tetap setia
Cara bermain:
Guru menyebutkan situasi, anak jawab bersama:
Kalau teman mengejek?
“Tetap membalas!”
Kalau tidak ada yang melihat
“Tidak berbuat jahat”
Kalau disuruh mencuri dan maki teman?
“Tidak mau ikut”
Akhiri dengan lagu Mata Tuhan Melihat
DOA SINGKAT
“Tuhan Yesus yang baik, terimakasih karena Engkau selalu bersamaku. Tolong aku tetap setia walau keadaan tidak mudah. Amin.”
Bahan ajar kelas pra tanggung
Tema: Tetap Setia
Bahan Alkitab: Kejadian 39:1-23
Ayat hafalan: Kejadin 39:2 “Tuhan menyertai Yusuf dan membuatnya berhasil”
Pendekatan: cerita sederhana, tanya jawab sederhana, aktivitas reflektif
Bahan ajar:
Mulai dengan games sederhana: “Pilih yang Setia”
1. Guru menentukan: sisi kiri ruangan pilihan salah dan sisi kanan ruangan pilihan benar
2. Anak-anak berdiri di tengah
3. Guru membacakan situasi
4. Anak-anak harus cepat pindah ke kiri atau kanan sesuai pilihan
5. Pertanyaannya:
♥ Kamu melihat ada pulpen bagus di kelas. Tidak ada yang melihat. Kamu ambil (pilih kiri atau kanan)
♥ Teman mengajak menyontek saat ulangan. Kamu ikut supaya nilai bagus
♥ Kamu dituduh memecahkan gelas padahal bukan kamu. Kamu tetap berkata jujur
♥ Orangtua tidak ada d rumah. kamu mengerjakan PR dulu baru bermain
♥ Teman memukul dan kamu membalasnya
♥ Kamu bakar petasan saat malam hari dan kamu ketahuan tetapi kamu menjawab tidak jujur
Setelah itu guru bertanya:
◊ Lebih mudah pilih benar atau salah?
◊ Kenapa kadang-kadang kita susah memilih yang benar?
◊ Kalau tidak ada yang melihat perbuatan kita, siapa yang tetap melihat?
Anak-anak, hari ini kita akan belajar tentang Yusuf, yang tetap memilih yang benar walau tidak ada yang melihat. Yusuf yang terbuang oleh saudara-saudaranya, akhirnya dijual ke tanah Mesir. Di sana Yusuf bekerja di rumah seorang kaya di Mesir. Yusuf tidak mengeluh dan sangat rajin.
Setiap pagi Yusuf bangun dan melalukan tugasnya dengan baik. Ia menyapu, merapikan dan mengurus banyak hal. Tuannya melihat bahwa Yusuf adalah orang yang bisa dipercaya. Dan Alkitab berkata sesuatu yang penting: Tuhan menyertai Yusuf. Artinya Tuhan bersama Yusuf. Walau Yusuf jauh dari rumah, walau tidak ada ayah dan ibu, Tuhan tetap dekat.
Suatu hari Yusuf mengadapi keadaan yang tidak mudah. Ia diajak melakukan hal yang salah. Tidak ada orang yang melihat. Ia bisa saja memilih yang tidak baik tetapi Yusuf berkata “Aku tidak mau berbuat salah”. Mengapa? Karena Yusuf mengasihi Tuhan. Yusuf ingin tetap setia. Lalu sesuatu yang tidak adil terjadi. Yusuf justru dimasukkan ke dalam penjara. Padahal ia tidak salah. Wahh…pasti sedih ya? Tapi dengarkan ini baik-baik: Alkitab berkata lagi: Tuhan menyertai Yusuf. Di rumah orang kaya, Tuhan menyertai Yusuf. Di penjara, Tuhan menyertai Yusuf.
Anak-anak, kadang-kadang kita juga dituduh dan dimarahi. Tetapi seperti Yusuf, kalau kita tidak melakukan yang salah, Tuhan selalu menyertai kita.Pesan penting:
Kalau iri hati muncul, cepat berhenti. Berdoa dan bersyukur.
AKTIVITAS PENERAPAN
Aktivitas: Lengkapi kalimat
♥ Saat sulit, aku bisa_________________________
♥ Kalau dituduh salah, aku akan_____________________________
♥ Tuhan selalu____________________aku
DOA SINGKAT
“Tuhan Yesus yang baik, terimakasih karena Engkau selalu bersamaku. Tolong aku tetap setia walau keadaan tidak mudah. Amin.”
Bahan ajar kelas tanggung
Tema: Tetap Setia
Bahan Alkitab: Kejadian 39:1-23
Ayat hafalan: Kejadin 39:9b “Aku tidak mau berbuat dosa kepada Allah”
Pendekatan: pembacaan Alkitab, diskusi
Bahan ajar:
Ajak anak membaca Alkitab bersama.
Mulai diskusi dengan pertanyaan:
1. Tantangan apa yang dihadapi Yusuf?
2. Pilihan apa yang diambil Yusuf?
Penjelasan: Anak-anak, dalam cerita Alkitab ini, Yusuf punya kesempatan melakukan kejahatan. Tetapi ia memilih jalan yang benar karena ia takut akan Tuhan. Takut Tuhan tidak sama dengan takut kepada setan. Takut Tuhan artinya tidak mau melakukan kejahatan (tekankan bagian ini supaya anak paham arti takut akan Tuhan). Tetapi karena memilih yang benar, Yusuf dimasukkan ke dalam penjara. Di penjara, Tuhan tetap menyertai Yusuf sebab Yusuf adalah orang yang setia kepada Tuhan. Kesetiaan kita sering diuji saat tidak ada yang melihat.
AKTIVITAS: studi kasus
Kamu tahu teman kamu mencuri, tapi kamu tidak berkata jujur kepada orang tua.
♥ Apa pilihan yang benar di hadapan Tuhan?
♥ Apa resikonya kalau kamu jujur?
♥ Apa yang akan kamu lalukan?
Komitmen diucapkan bersama: Aku mau tetap setia, karena Tuhan selalu bersamaku.
DOA SINGKAT
“Tuhan yang penuh kasih, Engkau tahu isi hati kami. Berikanlah kami hati yang berani untuk memilih yang benar. Amin.”
Bahan ajar kelas remaja
Tema: Tetap Setia
Bahan Alkitab: Kejadian 39:1-23
Ayat hafalan: Kejadin 39:2 “Tuhan menyertai Yusuf dan menunjukkan kasih setia-Nya”
Pendekatan: pembacaan Alkitab, diskusi dan refleksi pribadi
BAHAN AJAR
Ajak anak-anak membaca Alkitab bersama-sama (bisa bergiliran atau berbalasan)
Pengantar:
Mulai kelas dengan membuat permainan “Standfirm Challenge”
Bagi kelas menjadi 2-3 kelompok
Setiap tim berdiri berbaris
Guru membacakan situas
Tim harus berdiskusi cepat (10 detik) dan mengangkat papan “IKUT ARUS” atau “TETAP SETIA” (pada bagian ini guru dapat membuat tulisan di kardus bekas untuk masing-masing kelompok. Jika ada 3 kelompok maka ada 3 lembar kardus bertuliskan IKUT ARUS dan 3 lembar kardus bertuliskan TETAP SETIA)
Jawaban yang benar (yang mencerminkan kesetiaan kepada Tuhan) mendapat poin 10
Pertanyaan:
1. Kamu sendirian di rumah dan bisa membuka konten media sosial yang tidak pantas tanpa ketahuan
2. Teman berkata “santai saja, semua juga melakukannya”
3. Kamu dikirimi foto yang tidak pantas, dan teman menyuruhmu menyimpan di HP kamu
4. Kamu takut kehilangan teman atau pacar kalau tidak ikut kemauannya
5. Kamu kesepian dan mencari perhatian melalui chat yang mulai tidak sehat
6. Kamu ditertawakan karena memilih menjaga batasan dengan teman
7. Kamu memposting tulisan yang menyindir orang lain di media sosial
BONUS ROUND
Berikan pertanyaan: bagaimana cara “lari dari godaan” di zaman digital hari ini?
Tim harus menyebutkan langkah praktis:
♥ Blokir
♥ Tidak membalas
♥ Keluar dari situasi
♥ Bicara pada orang dewasa terpercaya
♥ Batasi waktu bermain HP
Jika tim menyebutkan salah satu jawaban maka nilainya 20 poin.
Tim yang paling banyak poin adalah tim yang menang (sebagai hadiah guru bisa memberikan permen atau biscuit)
Setelah itu minta mereka duduk.
Tanyakan kepada mereka:
Kenapa kadang ikut arus terasa lebih mudah?
Apa resikonya kalau kita ikut arus?
Mengapa Yusuf berani berkata tidak walau berisiko?
Pada kenyataannya, banyak remaja yang sering menghadapi godaan misalnya sendirian di kamar dengan akses internet tanpa pengawasan, menonton film yang mengandung adegan tidak pantas, chat pribadi dengan kawan/lawan jenis yang melewati batas dan menyembunyikan hubungan pacaran dari orangtua. Kadang godaan muncul saat kita sendirian dan merasa tidak ada yang melihat. Tetapi seperti Yusuf, Tuhan tetap melihat dan menyertai.
Di sekolah, ajakan untuk melakukan hal yang tidak pantas, candaan fisik atau sentuhan yang membuat tidak nyaman, takut kehilangan teman jika menolak ajakan yang salah dan membuat “geng” untuk membully teman lain. Godaan juga sering datang dalam bentuk supaya diterima atau biar dianggap tidak ketinggalan zaman.
Yusuf pun memiliki pengalamam yang hampir sama dengan kita. Ia mengalami godaan terus menerus, tidak ada yang melihat, bisa saja ia kompromi tetapi ia memilih takut akan Tuhan. Ia sadar bahwa dosa bukan hanya soal manusia tapi juga tentang TUHAN. Yusuf lebih takut mengecewakan TUHAN daripada kehilangan pekerjaan. Menjadi remaja Kristen bukan berarti tidak punya perasaan, tetapi belajar mengelola dan memberi batas yang sehat.
PANDUAN UNTUK GURU:
Cara menyampaikan topic sensitive dengan aman adalah gunakan bahasa sederhana dan sopan gunakan istilah:
Godaan yang tidak pantas
Batasan dalam pergaulan
Menjaga hati dan pikiran
Situasi bisa membawa kita kepada dosa
Tujuannya adalah memberi pemahaman bukan membangkitkan rasa ingin tahu yang tidak perlu
Jangan menghakimi. Hindari kalimat seperti:
Anak baik tidak mungkin tergoda
Kalau kamu jatuh berarti kamu tidak sungguh-sungguh
Gunakanlah kalimat seperti:
Godaan bisa dialami siapa saja
Tuhan menoling kita saat kita lemah
Kesetiaan itu proses belajar
Remaja perlu merasa aman bukan takut
Tekankan kasih dan penyertaan TUHAN
Di kejadian 39, kalimat TUHAN menyertai Yusuf muncul berulang kali. Tekankan bahwa:
Tuhan menyertai saat kita kuat
Tuhan juga menyertai saat kita bergumul
Tuhan tidak meninggalkankita saat kita sedang berjuang
Beri solusi praktis bukan hanya larangan
Ganti kalimat jangan lakukan itu dengan:
Batasi waktu layar
Jangan sengaja berduaan di tempat sepi dengan lawan jenis
Miliki teman rohani yang bisa saling mengingatkan
Berani berkata tidak dengan sopan
Waspadai tanda remaja yang membutuhkan pendampingan
Jika ada anak yang:
Terlihat sangat gelisah saat topic dibahas
Mengajukan pertanyaan yang mengarah kepada pengalaman pribadi berat
Menarik diri secara emosional
Bisa jadi mereka membutuhkan pendampingan khusus. Tangani dengan lembut dan jaga kerahasiaan.
Guru menutup pelajaran dengan kalimat:
Setiap kita bisa mengalami godaan. Tetapi yang penting adalah kita belajar memilih seperti Yusuf yaitu menghormati TUHAN dan menjaga diri agar tidak jatuh dalam dosa. Dan kita pernah gagal, TUHAN tetap mengasihi kita dan mau memulihkan kita. (ini juga adalah catatan untuk remaja)
AKTIVITAS: KOMITMEN
GURU BERKATA: siap jadi generasi yang…………..?
ANAK JAWAB: SETIA
GURU BERKATA: walau….?
ANAK JAWAB: TIDAK MUDAH
DOA PENUTUP
“Tuhan, tolong kami menjaga hati dan pikiran kami. Berikan kami keberanian untuk berkata tidak saat kami digoda untuk melakukan yang salah. Ajar kami tetap bersih dan setia kepada-Mu. Amin.”

bahan ajar sekolah minggu (pelayanan anak dan remaja) seri tokoh Alkitab yusuf


JANGAN IRI HATI
TUJUAN UMUM
Anak-anak memahami bahwa:
1. Mengerti bahwa iri hati dapat merusak hubungan
2. Menyadari bahwa iri hati harus dikendalikan
3. Belajar bersyukur dan mengasihi orang lain
4. Percaya bahwaTuhan punya rencana baik untuk setiap orang
BAHAN BACAAN: Kejadian 37:1–36
LAGU-LAGU:
HALLO APA KABAR TEMAN?
HARI INI KU RASA BAHAGIA
RUKUN CINTA
ROTI DAN MENTEGA
K.A.S.I.H
DALAM TUHAN KITA BERSAUDARA
YESUS SAYANG SEMUA
PENJELASAN BAHAN
Kisah ini adalah awal dari perjalanan hidup Yusuf, anak dari Yakub.yusuf adalah anak yang lahir dari Rahel, istri yang dikasihi Yakub. Karena itu Yakub memperlakukan Yusuf sangat istimewa. Ia memberinya jbah maha indah (tanda kasih khusus dan simbol hak istimewa). Masalahnya ini bukan sekedar jubbah. Masalahnya adalah perlakuan yang tidak seimbang dalam keluarga. Saudara-saudara Yusuf merasa tidak dihargai, tidak disayang seperti Yusuf dan terancam oleh mimpi Yusuf. Ini menjadi lahan subur bagi iri hati.
Iri hati dalam kisah ini berkembang melalui beberapa tahap:
1. Perlakuan khusus (ayat 3-4)
2. Kebencian yang dipendam (ayat 4)
3. Tidak sanggup berkata baik-baik
4. Mimpi Yusuf memperparah rasa terancam (ayat 5-11)
5. Kebencian berubah menjadi tindakan jahat (ayat 18-28)
Iri hati tidak langsung menjadi kejahatan besar. Ia dimulai dari luka dan perbandingan yang tidak diselesaikan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Yakub menunjukkan sikap pilih kasih kepada anak-anaknya
2. Yusuf mungkin kurang bijaksana dalam menyampaikan mimpinya
3. Saudara-saudara memilih kekerasan sebagai jalan keluar
Kisah ini bukan hitam-putih, semua tokoh memiliki kelemahan. Guru perlu berhati-hati agar tidak menggambarkanYusuf sebagai orang sempurna tanpa salah dan saudara-saudaranya sebagai tokoh yang sangat jahat. Yang ditekankan adalah proses hati.
Walaupun pasal 37 terlihat gelap, tetapi ini adalah awal rencana Allah. yang manusia maksudkan untuk kejahatan, Allah pakai untuk kebaikan. Pesan teologis teks ini adalah:
1. Allah tetap bekerja ditengah konflik keluarga
2. Dosa manusia tidak menggagalkan rencana Allah
3. Iri hati membawa kehancuran hubungan sesama manusia
iri hati pada masa kini dapat muncul dalam bentuk persaingan nilai,media sosial, perbandingan fisik, perlakuan orang tua, popularitas dan kepemilikan barang. Pesan cerita ini adalah perasaan iri dapat muncul secara manusiawi, tetapi kita bertanggung jawab atas respon kita.
Beberapa anak mungkin merasa diperlakukan tidak adil di rumah, mengalami kecemburuan terhadap saudara dan mengalami perundungan. Guru perlu untuk tidak menyederhanakan iri hari menjadi sekedar kamu tidak boleh begitu. Berikanlah ruang kepada anak mengungkapkan perasaan dan arahkan anak untuk mengelola emosi yang sehat. Iri hati tidak selalu terlihat besar di awal, tetapiu jika dibiarkan ia bisa menghancurkan keluarga, persahabatan dan masa depan.
Bahan ajar kelas indria
Tema: Jangan Iri Hati
Bahan Alkitab: Kejadian 37:1-36
Ayat hafalan: 1 Korintus 13:4 “kasih itu tidak cemburu”
Gerakannnya:
Kasih itu----tangan di dada
Tidak ----- geleng kepala
Cemburu ---- tangan silang di dada
Pendekatan: cerita sederhana, tanya jawab sederhana, gerak dan ekspresi
Bahan ajar:
Anak-anak, Yakub menikah dan memiliki 12 orang anak. Tetapi ada satu anak yang paling Yakub sayang yaitu Yusuf. Karena itu, Yusuf mendapat baju yang paling bagus. Saudara-saudara Yusuf melihat baju itu. mereka menjadi iri hati. Iri hati itu bagaimana ya? Iri hati itu saat kita tidak senang melihat orang lain dapat sesuatu yang bagus. Karena iri hati, saudara-saudara Yusuf menjadi marah. Mereka melakukan hal yang jahat kepada Yusuf. Mereka membuang Yusuf ke dalam sumur, lalu menjualnya. Wah…itu sedih sekali ya?
Anak-anak, iri hati membuat hati jadi tidak baik. Iri hati membuat orang melakukan hal yang salah. Tuhan tidak mau kita iri hati. Tuhan mau kita saling mengasihi.
Tuhan senang kalau kita mau meminta maaf dan memaafkan.
PENERAPAN (AKTIVITAS): bermain ekspresi wajah
Cara bermain:
1. Guru berkata “Anak-anak sekarang kita bermain ekspresi wajah”
2. Guru sebutkan situasi, anak-anak membuat ekspresi wajah.
3. Contoh; “Teman dapat hadiah” (anak buat wajah cemberut)
“kita ikut senang untuk anak” (anak buat wajah tersenyum lebar)
“kakak dipuji mama” (anak buat wajah cemberut)
“kita bilang selamat ya” (anak buat wajah tersenyum lebar)
4. Tanyakan pada anak mana yang lebih bagus? Wajah marah atau wajah senyum? Tuhan senang lihat wajah yang mana?
5. Tutup dengan kalimat aku mau hati yang senang bukan iri
DOA SINGKAT
“Tuhan Yesus yang baik, tolong kami supaya tidak iri hati. Ajar kami untuk senang melihat teman diberkati. Buat hati kami penuh kasih. Amin.”
Bahan ajar kelas pra tanggung
Tema: Jangan Iri Hati
Bahan Alkitab: Kejadian 37:1-36
Ayat hafalan: 1 Korintus 13:4 “kasih itu sabar, kasih itu murah hati, ia tidak cemburu”
Pendekatan: cerita sederhana, tanya jawab sederhana, aktivitas reflektif
Bahan ajar:
Anak-anak, hari ini kita akan belajar tentang Yusuf, anak dari Yakub. Yusuf diberi baju yang indah oleh ayahnya. Saudara-saudaranya tidak senang. Saudara-saudara Yusuf menjadi iri hati. Iri hati itu benih kecil kalau dipelihara bisa tumbuh menjadi marah. Marah menjadi kebencian. Akhirnya mereka menjual Yusuf. Semua itu dimulai dari iri hati.
Pesan penting:
Kalau iri hati muncul, cepat berhenti. Berdoa dan bersyukur.
AKTIVITAS PENERAPAN
Aktivitas: Rantai Iri
Buat rantai dari kertas. Di setiap potongan, anak menulis:
Iri---marah---benci----menyakiti
Guru lalu menggunting rantai itu dan berkata kita putuskan rantai iri hati
Diskusikan dengan anak: bagaimana cara memutuskan rantai iri hati?
Beberapa jawaban: bersyukur, doa, mengucapkan selamat kepada teman, ikut senang kalau teman diberi hadiah
DOA SINGKAT
“Tuhan Yesus, tolong supaya kami tidak iri hati. Ajarlah kami bersyukur dan senang melihat teman diberkati Amin.”
Bahan ajar kelas tanggung
Tema: Jangan Iri Hati
Bahan Alkitab: Kejadian 37:1-36
Ayat hafalan: 1 Korintus 13:4 “kasih itu sabar, kasih itu murah hati, ia tidak cemburu”
Pendekatan: pembacaan Alkitab, diskusi
Bahan ajar:
Ajak anak membaca Alkitab bersama.
Penjelasan: Anak-anak, hari ini kita akan belajar tentang Yusuf, anak dari Yakub. Yusuf diberi baju yang indah oleh ayahnya. Saudara-saudaranya tidak senang. Saudara-saudara Yusuf menjadi iri hati. Tetapi masalahnya bukan di baju tetapi pada hati yang iri. Saudara-saudara Yusuf merasa tidak adil, kurang diperhatikan dan tidak dihargai. Iri hati yang tidak diselesaikan dapat berubah menjadi kebencian. Kebencian mendorong tindakan jahat.
DISKUSI TERBIMBING
Mengapa iri hati bisa berbahaya?
Di sekolah, iri biasanya muncul dalam hal apa?
Bagaimana cara sehat menghadapi rasa tidak adil?
Tekankan pada anak bahwa: perasaan iri bisa muncul pada siapa saja. Tetapi kita bisa memilih untuk tidak iri hati dan bertanggung jawab atas tindakan kita.
AKTIVITAS: membuat jurnal hati
Minta anak menulis
1. Kapan terakhir kali saya merasa iri?
2. Apa yang saya lakukan?
3. Apa yang seharusnya saya lakukan?
Tutup dengan janji: saya memilih kasih bukan iri. (diucapkan bersama-sama)
DOA SINGKAT
“Tuhan yang penuh kasih, Engkau tahu isi hati kami. Saat kami merasa iri, tolong kami mengendalikannya. Bentuk hati kami menjadi hati yang penuh kasih. Amin.”
Bahan ajar kelas remaja
Tema: Jangan Iri Hati
Bahan Alkitab: Kejadian 37:1-36
Ayat hafalan: 1 Korintus 13:4 “kasih itu sabar, kasih itu murah hati, ia tidak cemburu”
Pendekatan: pembacaan Alkitab, diskusi dan refleksi pribadi
BAHAN AJAR
Ajak anak-anak membaca Alkitab bersama-sama (bisa bergiliran atau berbalasan)
Pengantar:
Mulai kelas dengan membuat permainan “Siapa Lebih…..?”
Guru meminta semua anak berdiri
Guru membacakan pertanyaan. Jika merasa jawabannya “iya” pindah ke sisi kanan ruangan
Pertanyaan:
1. Pernah merasa teman lebih pintar dari saya
2. Pernah merasa kurang diperhatikan orang tua
3. Pernah merasa dibandingkan dengan saudara atau orang lain
4. Pernah membandingkan diri sendiri dengan orang di media sosial
5. Pernah iri diam-diam tapi tidak mau mengaku
Setelah itu minta mereka duduk.
Tanyakan kepada mereka:
Bagaimana rasanya waktu kamu iri?
Apakah perasaan itu membuatmu bahagia atau lebih gelisah?
Pada kenyataannya, hampir semua orang pernah membandingkan dirinya atau dibandingkan dengan orang lain.
Kisah dalam kejadian 37 menceritakan tentang Yusuf, anak dari Yakub, yang sangat dikasihi ayahnya. Masalah utamanya bukan hanya di jubah yang diberikan Yakub kepada Yusuf. Masalahnya adalah perasaan dibandingkan. Saudara-saudara Yusuf mungkin berpikir kenapa dia yang paling di sayang? Kenapa dia yang dipilih? Kenapa dia lebih baik?
Iri hati sering muncul saat kita: melihat teman lebih baik, melihat nilai orang lain lebih tinggi, melihat postingan media sosial yang terlihat sempurna atau merasa kurang diperhatikan orang tua.
DISKUSI REFLEKTIF
Apakah iri itu dosa atau perasaan biasa?
Apa bedanya iri dan ingin menjadi lebih baik?
Mengapa iri hati bisa berubah menjadi kebencian?
(diakhir diskusi guru menekankan bahwa perasaan iri hati bisa muncul secara alami. Tetapi ketika kita membiarkannya tumbuh, ia bisa merusak hubungan dengan orang lain).
Saudara Yusuf tidak mengelola rasa iri. Mereka membiarkannya menjadi kebencian. Akibatnya mereka menyakiti Yusuf dan juga ayah mereka.
AKTIVITAS: REFLEKSI PRIBADI (INDIVIDU)
Judul: Cermin Hati
Minta remaja menuliskan (untuk diri sendiri dan tidak perlu dikumpulkan):
Hal apa yang paling sering membuat aku iri?
Siapa yang sering saya bandingkan dengan diri saya?
Apa yang sebenarnya saya takutkan saat saya iri?
Bagaimana saya bisa mengubah iri menjadi motivasi?
Diakhir guru dapat menekankan 3 hal berikut:
Sadari perasaan iri
Berhenti membandingkan diri
Bersyukur dan fokus pada panggilan Tuhan untuk diri sendiri.
DOA PENUTUP
“Tuhan, Engkau tahu saat kami membandingkan diri dengan orang lain. Ampuni kami saat iri menguasai hati kami. Tolong kami bersyukur atas diri kami sendiri dan percaya pada rencana-Mu bagi hidup kami. Amin.”


Jumat, 23 Januari 2026

Bahan ajar sekolah minggu (pelayan anak dan remaja) seri tokoh Ishak

BAHAN AJAR MINGGU

ISHAK: ORANG YANG SUKA DAMAI (KEJADIAN 26:12-33)

Tujuan umum: Anak belajar untuk hidup damai dengan semua orang sebagai tindakan nyata dari iman kepada Tuhan

LAGU-LAGU (NYANYIKAN DI PEMBUKAAN IBADAH DAN JIKA MASIH ADA LAGU PENUTUP DI KELAS GUNAKAN LAGU YANG ADA DALAM DAFTAR INI)

1.       RUKUN CINTA SATU SAMA LAIN

2.       TAAT

3.       DALAM TUHAN KITA BERSAUDARA

4.       K A S I H

5.       JALAN SERTA YESUS

6.       KU MAU CINTA YESUS

7.       KJ 422 YESUS BERPESAN

PENJELASAN BAHAN

Konteks kitab kejadian 26:12-33 merupakan kelanjutan cerita minggu lalu. Dalam bagian minggu ini, fokusnya bukan lagi kepada ketaatan, tetapi sikap hidup Ishak sebagai pembawa damai di tengah konflik.

Ishak menjadi sangat kaya dan berhasil (ayat 12-14). Keberhasilan Ishak menimbulkan iri hati orang Filistin. Sumur-sumur yang Ishak gali digusur dan direbut, karena air adalah sumber kehidupan daerah kering. Tetapi Ishak tidak membalas dengan kekerasan. Ia memilih mengalah dan berpindah lalu menggali sumur baru. Ishak memberi nama sumur sesuai pengalamannya yaitu Esek, Sitna dan Rehobot.

Dari kisah ini, kita belajar bahwa Tuhan meneguhkan janji-Nya. Abimelekh datang untuk berdamai dengan Ishak. Ishak menyambut mereka dengan perjamuan bukan dendam.

Damai bukan tanda kelemahan, melainkan buah iman dan kepercayaan kepada Allah. Orang yang hidup dalam berkat Tuhan tidak perlu mempertahankan haknya dengan kekerasan. Allah bekerja melalui orang yang memilih jalan damai.

Bahan ajar kelas Indria

Tema: Memilih Damai Itu Lebih Baik

Bahan Alkitab: Kejadian 26:12-33

Ayat hafalan: Matius 5:9a “berbahagialah orang yang membawa damai”

Pendekatan: cerita sederhana dan permainan interaktif

Awali dengan mengajak anak bernyanyi “Rukun Cinta Satu Sama Lain” dengan gerakan sebanyak 2 kali.

Setelah bernyanyi, guru mengajak anak-anak duduk bersama dan bercerita.

Adik-adik, Ishak punya banyak ternak dan ladang. Tuhan memberkati Ishak. Tapi orang-orang di sekitarnya menjadi iri dan marah. Mereka menutup sumur Ishak. Ishak tidak marah. Ia tidak berkelahi. Ia pergi dan membuat sumur baru. Tuhan senang karena Ishak suka damai. Nah, adik-adik, Tuhan juga suka kalau kita hidup damai dengan orang lain, caranya tidak memukul teman dan orang tua, mau berbagi dan mau minta maaf kalau melakukan kesalahan.

Adik-adik, sekarang kita mau belajar hidup damai seperti Ishak. Kita akan saling bergandengan tangan. Aturannya: adik-adik tidak boleh berlari, pegang tangan teman dengan lembut, tidak mendorong dan kalau teman jatuh, berhenti dan bantu teman.

Adik-adik, berdiri melingkar dan saling bergandengan tangan. Guru juga ikut bergabung dan bergandengan tangan dengan anak. Guru memberi perintah sederhana:

◊        Kita melangkah pelan-pelan ke kanan

◊        Sekarang ke kiri

◊        Sekarang berhenti dan tersenyum

Adik-adik, kita bergerak bersama, tidak sendiri-sendiri. Mari kita ucapkan:

“Aku mau hidup damai”

“Aku tidak mau bertengkar”

Penutup: bertanya kepada anak “Senang ya kalau kita rukun?” Adik-adik, Tuhan senang kalau anak-anak-Nya hidup rukun dan saling menyayangi. Seperti Ishak yang tidak suka bertengkar, kita juga mau hidup damai dan rukun.

Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, tolong kami supaya kami hidup damai dan tidak bertengkar. Terima kasih Tuhan Yesus, amin.

 

Bahan ajar kelas Pra Tanggung

Tema: Memilih Damai Itu Lebih Baik

Bahan Alkitab: Kejadian 26:12-33

Ayat hafalan: Matius 5:9 “berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah”

Pendekatan: diskusi

Awali dengan mengajak anak bernyanyi “Rukun Cinta Satu Sama Lain” dengan gerakan sebanyak 2 kali.

Setelah bernyanyi, guru mengajak anak-anak duduk bersama dan membaca Alkitab.

Ajak anak-anak membaca Kejadian 26:12-33. (berbalasan antara guru dan anak atau antara anak lelaki dan anak perempuan)

Berikan beberapa pertanyaan kepada anak-anak

1.       Menurut kamu mengapa orang Filistin marah kepada Ishak?

2.       Apa yang dilakukan Ishak ketika sumurnya direbut?

3.       Menurut kamu, jika Ishak memilih untuk bertengkar dan berkelahi dengan orang Filistin apa yang akan terjadi?

4.       Apakah kamu pernah bertengkar dengan temanmu?

5.       Menurut kamu, apa yang bisa kita lakukan supaya tetap damai?

Ishak mengajarkan kita bahwa Tuhan senang kalau anak-anak-Nya memilih damai. Mengalah bukan berarti kalah, tapi berarti kita anak Tuhan. Nah, adik-adik, Tuhan juga suka kalau kita hidup damai dengan orang lain, caranya tidak membalas ejekan teman, mengalah saat berebut dan menyelesaikan masalah dengan bicara baik-baik. Mari kita sama-sama berkata: “berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah”(Matius 5:9)

Buat kartu damai:

Alat dan bahan:Kertas buffalo, gunting, pensil warna/spidol warna

Berikan kertas buffalo kepada anak-anak yang sudah digunting sebanyak anak-anak. Minta anak menuliskan kata-kata berikut kertas mereka (anak dapat memilih salah satu kalimat)

◊        Aku tidak akan bertengkar

◊        Aku tidak akan merebut barang teman

◊        Aku tidak akan memukul teman dan orang tua

◊        Aku tidak akan mengejek teman

Setelah anak menulis salah satu kalimat, anak-anak dapat menghias kartu damai dengan diwarnai sesuai kreativitas anak-anak.

Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, tolong kami supaya kami hidup damai dan tidak bertengkar. Terima kasih Tuhan Yesus, amin.

 

Bahan ajar kelas Tanggung

Tema: Memilih Damai Itu Lebih Baik

Bahan Alkitab: Kejadian 26:12-33

Ayat hafalan: Matius 5:9 “berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah”

Pendekatan: ceramah dan diskusi

Ajak anak-anak membaca Kejadian 26:12-33. Guru menjelaskan isi cerita kepada anak-anak.

Setelah penjelasan, guru mengajak anak-anak berdiskusi dalam studi kasus. Bagi anak-anak dalam beberapa kelompok.

STUDI KASUS

Kasus 1: Ishak menggali sumur di ladangnya, tapi orang Filistin menutup dan merebutnya. Ishak bisa marah dan berkelahi, tapi ia memilih mengalah dan mencari sumur baru

Kasus 2: saat bermain, temanmu mengambil mainanmu tanpa izin. Kamu bisa menuntut atau melawan, tapi kamu memilih menahan diri dan berbicara baik-baik supaya tetap damai.

Pertanyaan diskusi:

1.       Apa yang dilakukan Ishak ketika sumurnya direbut?

2.       Apa perbedaan antara mengalah karena damai dan lemah karena takut?

3.       Jika kamu berada di posisi Ishak atau anak di kasus 2, apa yang akan kamu lakukan?

4.       Bagaimana cara menjaga hati tetap tenang saat menghadapi situasi yang tidak adil?

5.       Mengapa Tuhan senang jika kita mengalah demi damai, bukan karena takut atau lemah?

Sampaikan hasil diskusi kelompok di depan kelas. Setelah itu guru memberikan kesimpulan.

Ishak mengajarkan kita bahwa Tuhan senang kalau anak-anak-Nya memilih damai. Mengalah bukan berarti kalah, tapi berarti kita anak Tuhan. Nah, adik-adik, Tuhan juga suka kalau kita hidup damai dengan orang lain, caranya tidak membalas ejekan teman, mengalah saat berebut dan menyelesaikan masalah dengan bicara baik-baik. Mari kita sama-sama berkata: “berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah”(Matius 5:9)

Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, tolong kami supaya kami hidup damai dan tidak bertengkar. Terima kasih Tuhan Yesus, amin.

 

Bahan ajar remaja

Tema: Memilih Damai Itu Lebih Baik

Bahan Alkitab: Kejadian 26:12-33

Ayat hafalan: Matius 5:9 “berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah”

Pendekatan: ceramah dan diskusi

Bagi kelas menjadi beberapa kelompok. Pilih salah satu anak menjadi koordinator kelompok.

Berikan petunjuk anak untuk memetakan konflik Ishak dan orang Filistin

Guru menyiapkan: Kertas HVS, Spidol merah dan hijau sebanyak kelompok di kelas.

Cara kerja:

1.       Anak-anak diminta membaca Kejadian 26:12-33

2.       Buat peta konflik Ishak: pada bagian tengah kertas HVS, gambarkan kotak yang bertuliskan Ishak. Lalu buat kotak sekeliling Ishak untuk pihak lain yaitu orang Filistin (rebut sumur) dan Abimelekh (pemimpin yang ingin berdamai). Tarik panah konflik dari pihak lain dengan warna merah. Misalnya: Sumur ditutup-ancaman-membuat resah.

3.       Tambahkan jalan damai: buat panah hijau dari Ishak ke tiap konflik menandakan pilihan damai.

Menggali sumur

Memberi nama sumur (Esek, Sitna, Rehobot)’

Menyambut Abimelek dengan perjamuan/damai

4.       Tulis alasan di setiap panah hijau

Tidak ingin berkelahi- percaya Tuhan

Bawa damai – selamat dari konflik lebih besar

5.       Berikan pertanyaan untuk diskusi:

◊        Apa pilihan lain yang bisa dilakukan Ishak? Apa resikonya?

◊        Mengapa mengalah demi damai lebih baik daripada membalas dendam?

◊        Pernahkah kalian menghadapi situasi yang mirip dengan Ishak di sekolah atau di rumah? Bagaimana memilih damai?

Berikan waktu untuk setiap kelompok membaca hasil diskusi di depan kelas.

Peneguhan: Ishak mengajarkan bahwa orang yang suka damai tidak berarti lemah. Mengalah karena percaya Tuhan adalah keputusan bijak dan melahirkan kedamaian.

Akhiri kelas dengan doa bersama.

 

 

 

Jumat, 16 Januari 2026

bahan ajar sekolah minggu seri tokoh ishak


TAAT KEPADA KEHENDAK ALLAH (KEJADIAN 26:1-6)

Tujuan umum: Anak belajar untuk setia dan taat kepada perintah Tuhan

LAGU-LAGU (NYANYIKAN DI PEMBUKAAN IBADAH DAN JIKA MASIH ADA LAGU PENUTUP DI KELAS GUNAKAN LAGU YANG ADA DALAM DAFTAR INI)

1.       SETIA,SETIALAH

2.       TAAT

3.       AKU PERCAYA

4.       JANJIMU TUHAN

5.       JALAN SERTA YESUS

6.       KU MAU CINTA YESUS

7.       KJ 422 YESUS BERPESAN

PENJELASAN BAHAN

Konteks kitab kejadian 26 menceritakan perjalanan hidup Ishak sebagai penerus janji Allah kepada Abraham. Pasal ini menunjukkan bahwa Allah tidak berhenti pada satu generasi, tetapi berlanjut kepada keturunannya.

Dalam cerita ini, terjadi kelaparan di negeri kanaan. Secara logis, Mesir adalah tempat aman karena terkenal sebagai lumbung pangan. Tetapi Allah secara langsung memerintahkan Ishak untuk tidak pergi ke Mesir, melainkan tinggal di negeri yang Allah tunjukkan yaitu Gerar.

Isi utama teks:

1.       Allah memberi perintah (ayat 2-3)

2.       Allah memberi janji penyertaan dan berkat (ayat 3-5)

3.       Ishak taat meskipun situasi sulit (ayat 6)

Pesan teologis:

1.       Ketaatan kepada Allah seringkali menuntut kepercayaan bukan kenyamanan

2.       Janji Allah menyertai ketaatan, bahkan di tengah krisis

3.       Taat bukan hanya mendengar, tetapi melakukan kehendak Allah.

Bahan ajar kelas Indria

Tema: Taat kepada Kehendak Allah

Bahan Alkitab: Kejadian 26:1-6

Ayat hafalan: Ulangan 27:10a “Sebab itu engkau harus mendengar suara Tuhan Allahmu”

Pendekatan: permainan interaktif, cerita sederhana dan mewarnai

Awali dengan permainan “Ikuti Perintah”. Guru dapat mencotohkan gerakan sederhana lalu anak diminta mengikuti.

Setelah permainan jelaskan arti permainan itu, yaitu mendengar perintah dan melakukannya. Taat kepada Tuhan artiny mendengar  firman Tuhan dan melakukannya. Dalam cerita hari ini, ada seorang bapak yang sangat taat kepada Tuhan. Pada suatu saat, ada bencana kelaparan di negeri Kanaan. Kelaparan artinya hujan tidak turun, tanaman tidak tumbuh dan makanan susah didapat. Seorang bapak yang tinggal di Kanaan, mau pergi ke Mesir, karena di Mesir ada makanan. Tetapi…..Tuhan Allah berfirman supaya bapak itu tinggal di negeri namanya Gerar. Tuhan Allah berjanji bahwa Tuhan Allah akan memberkati bapak itu bersama keluarganya. Bapak itu memilih taat kepada firman Tuhan dan tinggal di Gerar. Bapak itu taat kepada Tuhan dan Tuhan memberkatinya. Nah adik-adik, nama bapak itu adalah Ishak, anak dari bapak Abraham. Ishak juga anak yang taat kepada perintah Tuhan seperti bapak Abraham. Adik-adik, Tuhan senang kalau kita mendengar dan melakukan Firman Tuhan dan Tuhan akan memberkati anak yang taat kepada perintah Tuhan.

Alat dan bahan:

1.       Gambar Ishak sejumlah anak.

2.       Crayon, pensil warna atau spidol warna

akhiri dengan doa bersama (guru ucapkan dan dikuti semua anak): Tuhan, terima kasih karena Engkau selalu memberkati kami. Tolong kami untuk taat kepada-Mu setiap hari. Amin

 

Bahan ajar kelas Pra tanggung

Tema: Taat kepada Kehendak Allah

Bahan Alkitab: Kejadian 26:1-6

Ayat hafalan: Amsal 3:5a “Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu”

Pendekatan: cerita sederhana, aktivitas

Suatu hari, negeri tempat Ishak tinggal yaitu tanah Kanaan mengalami kelaparan. Hujan tidak turun, tanaman susah tumbuh dan manusia susah dapat makanan. Ishak mau pergi dari Kanaan ke Mesir karena di Mesir ada banyak makanan. Tetapi Tuhan berkata kepada Ishak untuk jangan pergi ke Mesir, tinggal di Gerar dan Tuhan akan memberkati serta menyertai Ishak.

Perintah Tuhan rasanya sulit. Tinggal berarti berani percaya. Pergi terasa lebih aman. Tetapi Ishak memilih percaya kepada Tuhan. Ia tetap tinggal, meskipun tidak mudah.

Tuhan menepati janji-Nya. Ishak mengalami pertolongan Tuhan.

Taat kepada Tuhan artinya percaya, walau pilihan itu terasa sulit. Contohnya saat ingin melawan orang tua kita belajar taat. Atau saat takut, kita belajar percaya kepada Tuhan.

Penerapan:

Menulis kartu komitmen

Alat dan bahan: kertas dan pulpen

Bagikan kertas kepada anak-anak (1 lembar HVS dibagi 8). Minta anak menulis kalimat “Aku mau taat kepada Tuhan dengan cara………….”

Akhiri dengan doa bersama: Ya Tuhan, tolonglah kami supaya kami selalu taat kepada firman-Mu dan mengasihi sesama kami. Amin.

 

 

 

Bahan ajar kelas tanggung

Tema: Taat kepada Kehendak Allah

Bahan Alkitab: Kejadian 26:1-6

Ayat hafalan: Yohanes 14:15 “Jika kamu mengasihi Aku, kamu menuruti perintah-Ku”

Pendekatan: diskusi

Awali kelas dengan membaca bersama kejadian 26:1-6 (bisa dibaca bersama atau berbalasan ayat bernomor genap oleh perempuan dan ayat bernomor ganjil oleh laki-laki)

Pertanyaan diskusi:

1.       Apakah nama tempat yang menjadi tujuan Ishak ketika kelaparan datang ke Kanaan?

2.       Siapakah nama raja orang Filistin?

3.       Apa perintah Allah kepada Ishak (ayat 2)?

4.       Apa janji Allah kepada Ishak ketika Tuhan melarang Ishak pergi ke Mesir?

5.       Di manakah Ishak tinggal setelah Allah melarang dia ke Mesir?

6.       Menurut adik-adik, mengapa Ishak memilih taat kepada perintah Tuhan?

Adik-adik terkasih, Ishak memilih taat kepada Tuhan karena ia percaya sungguh kepada Tuhan. Cerita Ishak mengajarkan kita untuk percaya sungguh-sungguh kepada Tuhan. Taat kepada peruntah Tuhan. Taat kepada Tuhan bukan karena takut dihukum atau masuk neraka, tetapi karena kita mengasihi Tuhan. Taat berarti percaya bahwa Tuhan tahu yang terbaik untuk kita.

Penerapan: belajar studi kasus

Bagi kelompok kelas menjadi 3 kelompok, masing-masing kelompok diminta mendiskusikan satu kasus. Cerita kasus ini dapat diperbanyak untuk dibagikan kepada setiap kelompok

Kasus 1

Judul: ikut teman atau taat?

Cerita kasus:

Suatu hari, Jeremi dan teman-teman sedang bermain di sekolah. Saat jam istirahat, beberapa teman mengajak Jeremi keluar kelas tanpa izin guru. Temannya berkata: “tenang saja, semua juga ikut. Guru tidak akan tahu’. Jeremi tahu bahwa aturan sekolah melarang keluar kelas tanpa ijin. Ia juga ingat bahwa orangtuanya selalu mengajarkan untuk taat kepada aturan.

Jeremi bingung. Kalau ia menolak, teman-temannya bisa mengejek dan tidak mau lagi berteman dengannya. Tetapi kalau iktu, ia tahu itu tidak benar

Pertanyaan diskusi:

1.       Pilihan apa saja yang dimiliki Jeremi?

2.       Menurutmu, pilihan mana yang sesuai kehendak Tuhan?

3.       Apa yang mungkin dirasakan Jeremi jika ia taat?

4.       Apa yang bisa terjadi kalau Jeremi memilih ikut teman-temannya?

 

Kasus 2

Judul: Jujur atau Aman?

Cerita:

Ketika ulangan, Bintang melihat jawaban temannya. Ia belum selesai mengerjakan dan waktu hampir habis. Temannya berbisik “kamu boleh melihat jawabanku”. Bintang tahu bahwa menyontek itu salah. Ia ingin dapat nilai bagus tetapi juga taat kepada Tuhan.

Pertanyaan

1.       Apa yang membuat Bintang ragu menyontek?

2.       Apa yang akan kamu lakukan jika kamu adalah Bintang?

3.       Mengapa kejujuran penting bagi Tuhan?

4.       Bagaimana perasaanmu jika tetap memilih tidak menyontek tapi nilaimu biasa saja?

 

Kasus 3

Judul: Pilihan yang tidak mudah

Cerita

Hari minggu pagi, Riko ingin ke pantai untuk ambil meting. Tetapi hari itu, keluarganya mengajak Riko ke gereja. Riko berkata dalam hati “Kalau aku pergi pantai sekarang, pasti aku dapat banyak meting”. Ia tahu bahwa beribadah adalah cara untuk menghormati Tuhan tetapi keinginannya untuk ke pantai sangat besar.

Pertanyaan

1.       Apa yang membuat pilihan Riko sulit?

2.       Mengapa beribadah itu penting?

3.       Bagaimana cara Riko tetap taat tanpa merasa terpaksa?

4.       Pernahkah kamu mengalami hal yang sama seperti Riko?

 

Catatan untuk guru:

Biarkan anak menjawab sesuai pengetahuan mereka. Tugas guru adalah mengarahkan anak untuk memahami maksud cerita di atas

Cerita 1: taat kepada Tuhan membuat kita berbeda tetapi Tuhan selalu menyertai

Cerita 2: taat artinya memiliki hati yang jujur bukan hasil yang tidak benar

Cerita 3: taat kepada Tuhan artinya menempatkan Tuhan di atas keinginan sendiri.

 

Akhiri dengan doa bersama: Ya Tuhan, terima kasih atas pernyertaan-Mu kepada kami. Tolonglah kami untuk selalu taat kepada-Mu. Amin.

 

Bahan ajar kelas remaja

Tema: Taat kepada Kehendak Allah

Bahan Alkitab: Kejadian 26:1-6

Ayat hafalan: Yohanes 14:15 “Jika kamu mengasihi Aku, kamu menuruti perintah-Ku”

Pendekatan: diskusi

Awali kelas dengan membaca bersama kejadian 26:1-6 (bisa dibaca bersama atau berbalasan ayat bernomor genap oleh perempuan dan ayat bernomor ganjil oleh laki-laki).

 Jelaskan latar belakang teks bahwa Ishak mengalami krisis ekonomi. Jalan keluar terbaik menurut Ishak adalah pergi ke Mesir. Di sana, ada banyak makanan. Tetapi Tuhan Allah melarang ia ke sana. Tuhan melarang jalan keluar yang menurut Ishak paling aman. Ketaatan membutuhkan keberanian dan iman. Ketaatan artinya setia kepada Tuhan di atas kehendak diri sendiri.

Ajak anak diskusi singkat tentang tema taat atau ikut perkembangan zaman

Pengantar diskusi:

Zaman sekarang, banyak hal dianggap normal karena dilakukan banyak orang. Jika tidak iktu, kita sering dianggap aneh, ketinggalan zaman atau tidak gaul. Tetapi sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk taat kepada kehendak Tuhan.

Pertanyaan diskusi:

1.       Apayang dimaksud dengan “perkembangan zaman”? (misalnya gaya hidup, pergaulan, tren media sosial, cara berbicara, cara berpakaian,  sikap terhadap kejujuran)

2.       Pernahkah kamu berada di kondisi harus memilih antara ikut teman atau melakukan yang benar? Bagaimana perasaanmu saat itu?

3.       Menurutmu mengapa taat kepada Tuhan kadang terasa lebih sulit daripada ikut arus?

4.       Apa resiko jika kita selalu mengikuti perkembangan zaman tanpa berpikir?

5.       Bagaimana cara tetap taat kepada Tuhan tanpa merasa terasing atau sendirian?

Refleksi:

Ishak hidup di masa sulit, semua orang memilih jalan yang kelihatan aman. Tetapi Ishak memilih taat kepada Tuhan. Ketaatan Ishak bukan karena dia kuat, tetapi karena ia percaya Tuhan setia.

Penutup: taat kepada Tuhan bukan berarti menolak perkembangan zaman tetapi berani hidup dengan nilai yang benar di tengah-tengah arus perkembangan dunia.

Penerapan: ajak anak menulis komitmen untuk melakukan ketaatan kepada Tuhan dalam minggu ini misalnya jujur, menggunakan media sosial dengan bijak, sikap kepada orang tua atau soal pergaulan dengan teman). Bagikan kertas kepada anak dan minta mereka menuliskan komitmen mereka dalam minggu ini. Satu kertas HVS dapat dibagi 8 dan diberikan kepada setiap anak. Kartu komitmen itu dipegang oleh anak-anak untuk dilakukan dalam minggu ini.

Akhiri dengan doa bersama. 

Rabu, 07 Januari 2026

Bahan Ajar Sekolah Minggu (Pelayanan Anak dan Remaja) Seri Tokoh Alkitab Ishak

 Hallo, maaf saya lama baru kembali posting di blog ini. Awal tahun ini saya posting bahan ajar sekolah minggu untuk membantu teman-teman guru par yang mungkin membutuhkan inspirasi bahan ajar. Untuk postingan kali ini, saya membuat seri bahan ajar tokoh Alkitab dan dimulai dari tokoh Ishak. Bahan ajar ini saya buat mengikuti bahan ajar di tempat pelayanan saya. Kami sudah selesai membahas tokoh Alkitab dari Adam sampai Abraham dan tahun ini dibuka dengan tokoh Ishak. Tujuannya agar anak-anak belajar tentang tokoh Alkitab dan meneladani hal baik mereka. 

BAHAN AJAR PAR

TEMA: ISHAK, ANAK ABRAHAM-TELADAN IMAN DAN KETAATAN

Tujuan umum:

Anak-anak mengenal tokoh Ishak, memahami hubungannya dengan Abraham dan Allah, serta meneladani iman, ketaatan dan kasih Allah dalam kehidupan sehari-hari.

MINGGU 1: LATAR BELAKANG ISHAK DAN JANJI ALLAH (KEJADIAN 21:1-7)

BAHAN AJAR MINGGU 1

TEMA: PERCAYA KEPADA JANJI ALLAH

Tujuan umum: Anak mau setia dan percaya menunggu janji Allah dengan cara mengasihi Tuhan dan sesama.

LAGU-LAGU (NYANYIKAN DI PEMBUKAAN IBADAH DAN JIKA MASIH ADA LAGU PENUTUP DI KELAS GUNAKAN LAGU YANG ADA DALAM DAFTAR INI) 

1. YESUS SAYANG PADAKU

2. YESUS CINTA SEMUA ANAK

3. DALAM YESUS KITA BERSAUDARA

4. AKU PERCAYA

5. JANJIMU TUHAN

6. JALAN SERTA YESUS

7. KJ 445 HARAP AKAN TUHAN

PENJELASAN BAHAN

KEJADIAN 21: 1-7

Kejadian 21:1-7 menceritakan tentang penggenapan janji Allah kepada Abraham dan Sara tentang kelahiran seorang anak yang akan menjadi ahli waris Abraham. Ishak lahir pada masa tua Abraham dan Sara. Peristiwa ini menunjukkan bahwa Tuhan setia pada janji-Nya, tidak ada yang mustahil bagi Allah dan Ia bekerja pada waktu yang tepat. 

Ayat 1 dan 2 menegaskan bahwa Tuhan memperhatikan Sara dan melakukan kepada Sara seperti yang dijanjikan-Nya sehingga Sara mengandung dan melahirkan Ishak di usia lanjut, sesuai waktu yang ditetapkan Allah

Kelahiran ishak menunjukkan ketaatan dan kepercayaan Abraham dan Sara kepada janji Tuhan. Kemudian, anak mereka diberi nama Ishak yang berarti Allah telah membuat aku tertawa, karena Ishak berarti tertawa. Ketika Tuhan berfirman bahwa Sara akan mengandung, ia tertawa di belakang tenda sebab ia tidak percaya bahwa ia akan hamil di usia tua. Allah mengubah tawa ketidakpercayaan Sara menjadi tawa sukacita. 

Abraham adalah orang yang taat kepada janji Allah dan perintah Allah, sehingga pada hari kedelapan ia menyunat Ishak sebagai tanda perjanjian Allah dengan semua keluarganya. Ketaatan Abraham ditunjukkan dalam perkataan dan perbuatannya. 

Ishak adalah penggenapan janji Allah kepada Abraham dan Sara. Dalam menanti janji itu, Abraham tetap setia menjalankan semua kehendak Tuhan.

Bahan ajar kelas Indria

Tema: Percaya kepada Janji Allah

Bahan alkitab: Kejadian 21:1-7

Ayat hafalan: Lukas 1:37 “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil’

Pendekatan: Cerita sederhana, visual, permainan

Cerita singkat

Adik-adik, hari ini kita akan mengawali cerita kita dengan permainan. Permainannya bernama “menunggu janji”. Adik-adik disilahkan duduk melingkar dan tidak boleh bergerak selama 2 menit (pasang timer). Bagi adik-adik yang tidak bergerak selama 2 menit, ibu guru akan memberikan hadiah. (setelah permainan berakhir berikan hadiah kecil berupa permen)

Nah adik-adik, seperti permainan yang tadi adik-adik mainkan, yaitu menunggu, ada satu bapak di Alkitab juga yang setia menunggu. Ia setia menunggu janji Tuhan. Bapak itu bernama Abraham. Istrinya bernama Sara. Tuhan Allah berjanji bahwa bapa Abraham ini akan memiliki anak, tetapi janji itu lama baru diberikan. Ibu Sara, sudah tua. Tetapi bapa Abraham tetap setia kepada janji Tuhan. Allah tidak pernah lupa pada janji-Nya maka ibu Sara pun hamil dan melahirkan satu anak laki-laki. Anak itu bernama Ishak. Ishak artinya tertawa. Ibu Sara tertawa karena sangat senang

Jadi, Ishak yang lahir dari bapa Abraham dan ibu Sara adalah anak yang dijanjikan Allah kepada mereka. Sama seperti Abraham dan Sara setia menunggu janji Tuhan, maka sebagai anak-anak Tuhan hari ini kita juga harus setia menunggu janji Tuhan. Adik-adik, Tuhan itu sayang kepada kita. Tuhan juga setia menepati janji-Nya. Jadi sebagai anak sekolah minggu tugas kita setia berdoa, setia sekolah minggu dan sayang kepada orang tua. 

Penerapan: Warnai gambar Abraham dan Sara.

Alat dan bahan:

1. Gambar Abraham dan Sara sejumlah anak.

2. Crayon, pensil warna atau spidol warna

akhiri dengan doa bersama (guru ucapkan dan dikuti semua anak): Tuhan, terima kasih karena Engkau setia menepati janji-Mu. Tolong kami percaya kepada-Mu setiap hari. Amin. 

Bahan ajar kelas pra tanggung

Tema: Percaya kepada Janji Allah

Bahan alkitab: Kejadian 21:1-7

Ayat hafalan: Lukas 1:37 “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil’

Pendekatan: Cerita sederhana, visual, permainan

Cerita singkat

Pada suatu hari, Tuhan menepati janji-Nya kepada bapa Abraham dan ibu Sara. Ibu Sara sudah sangat tua dan ia berpikir “Ah, sudah tidak mungkin aku punya bayi”. Tetapi Tuhan itu maha kuasa dan selalu setia dengan janji-Nya. Lalu terjadilah, pada suatu hari, ibu Sara melahirkan seorang anak laki-laki. Bapa Abraham dan ibu Sara sangat bahagia. Bapa Abraham memberikan nama anak itu Ishak. Nama ishak artinya tertawa. Ibu Sara tertawa karena sangat senang

Jadi, Ishak yang lahir dari bapa Abraham dan ibu Sara adalah anak yang dijanjikan Allah kepada mereka. Sama seperti bapa Abraham dan ibu Sara setia menunggu janji Tuhan, maka sebagai anak-anak Tuhan hari ini kita juga harus setia menunggu janji Tuhan. Adik-adik, Tuhan itu sayang kepada kita. Tuhan juga setia menepati janji-Nya. Jadi sebagai anak sekolah minggu tugas kita setia berdoa, setia sekolah minggu dan sayang kepada orang tua. 

Penerapan: Menyusun puzzle gambar Abraham dan Sara dan diwarnai

Alat dan bahan:

1. Gambar Abraham dan Sara sesuai jumlah anak

2. Gunting

3. Lem

4. Crayon/pensil warna

5. Kardus bekas sesuai ukuran kertas untuk menyusun puzzle

Cara kerja: Download gambar Abraham dan Sara. Perbanyak sesuai jumlah anak dan potong-potong membentuk puzzle. Setelah itu bagi per anak potongan-potongan puzzle tadi dan suruh mereka susun kembali dengan cara dilem di kardus bekas atau bahan lain kemudian diwarnai. 

Akhiri dengan doa bersama (guru ucapkan dan diikuti semua anak): Tuhan kami percaya bahwa Engkau selalu menepati janji-Mu. Ajar kami untuk selalu setia kepada-Mu. Amin. 


Bahan ajar kelas tanggung

Tema: Percaya kepada Janji Allah

Bahan alkitab: Kejadian 21:1-7

Ayat hafalan: Lukas 1:37 “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil’

Pendekatan: Diskusi singkat, aktivitas kreatif, hafalan.

Aktivitas:

1. Ajak anak membaca Alkitab bersama (bisa berbalasan laki-laki dan perempuan atau dibaca bersama-sama)

2. Ajukan pertanyaan diskusi:

a. Apakah adik-adik pernah menunggu sesuatu yang sangat adik-adik suka? 

b. Apa yang adik-adik rasa ketika menunggu?

c. Dalam bacaan Alkitab kita, siapakah yang yang menjanjikan anak kepada Sara?

d. Apakah TUHAN menepati janji-Nya kepada Sara?

e. Siapakah nama anak yang lahir dari Sara?

f. Apakah arti nama Ishak?

Setelah anak menjawab pertanyaan, guru menjelaskan bahwa: Tuhan selau menepati janji-Nya kepada manusia, termasuk kepada anak-anak sekolah minggu. Tugas anak sekolah minggu adalah percaya sungguh-sungguh kepada Tuhan, mengasihi teman, mengasihi orang tua, menghormati guru, setia beribadah dan setia pergi ke sekolah.

Akhiri diskusi dengan sama-sama berdoa: (guru ucapkan baru anak-anak ikut)

Ya Tuhan Yesus, tolong kami untuk selalu percaya dan setia kepada-Mu. Amin.

Penerapan:

Mengisi lembaran janji Allah selama 1 bulan

Buatkan lembar berjudul “Janji Allah Kepada……..(isi nama anak)”

Buatkan kolom sebanyak 30 hari dan persilahkan anak mengisi kolom itu setiap hari. Guru dapat memberikan contoh misalnya pada hari pertama ditulis: Aku percaya Tuhan mendengar doaku, hari kedua: aku percaya Tuhan………


Bahan ajar kelas remaja

Tema: Percaya kepada Janji Allah

Bahan alkitab: Kejadian 21:1-7

Ayat hafalan: Lukas 1:37 “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil’

Pendekatan: Diskusi singkat, aktivitas kreatif, hafalan. 

Aktivitas:

Mulai dengan ajak anak berdiskusi singkat dengan ajukan pertanyaan: (10 menit)

1. Pernahkah kamu menunggu sesuatu sangat lama?

2. Apa yang paling tidak kamu sukai dari menunggu

Ajak anak membaca Alkitab: metode: Baca-Diam-Rasakan (15 menit)

Langkah:

1. Baca kejadian 21:1-7 secara perlahan oleh 2-3 remaja

2. Setelah membaca semua diam selama 1 menit

3. Guru bertanya: bagian mana yang paling menarik perhatianmu? Apa yang kamu rasakan dari kisah ini? (jangan langsung menjelaskan, biarkan anak menjawab tetapi jangan dipaksa)

4. Penjelasan inti firman (singkat dan mendalam 10 menit): untuk bagian ini guru perlu memahami dengan benar cerita Abraham dan Sara tentang janji Tuhan mengenai Ishak. Bisa dibaca pada pasal-pasal sebelum pasal 21.

Pokok penjelasannya:

Abraham dan Sara menunggu sangat lama

Secara logika, janji Allah terdengar tidak masuk akal sebab Sara sudah tua dan bagi manusia, Sara tidak mungkin lagi untuk hamil

Tetapi Allah tidak melupakan janji-Nya. Ia menunggu waktu yang tepat

Ishak adalah bukti bahwa Allah bekerja tepat pada waktu-Nya, bukan dalam waktu manusia.

Menunggu janji Allah adalah bukti nyata iman kita kepada-Nya. Dalam menunggu janji Allah itu, Ia sedang membentuk iman kita.

5. Penerapan: Surat Untuk Tuhan (15 menit)

Alat dan bahan:

Kertas untuk menulis surat (bisa dari buku anak-anak atau guru membagi kertas HVS menjadi dua sehingga 1 lembar kertas dapat dipakai 2 orang anak)

Kertas bekas untuk melipat amlop

Lem

Gunting 

Bagikan kertas kepada anak-anak dan minta mereka menulis surat kepada Tuhan yang berisi:

Hal yang sedang mereka tunggu

Perasaan mereka saat ini (jujur)

Diakhiri satu kalimat iman: “Aku mau tetap percaya kepada-Mu Tuhan”

Selesai menulis surat, masukan dalam amplop yang telah dibuat oleh anak-anak dan dilem. Ajak anak berdoa bersama: “Tuhan ajarlah kami percaya seperti Abraham dan Sara. Saat kami harus menunggu, kuatkan iman kami. Amin.”

Semoga bahan ajar ini membantu teman-teman pekerja gereja yang butuh bahan ajar untuk anak-anak sekolah minggu