BAHAN AJAR MINGGU
ISHAK: ORANG YANG SUKA DAMAI (KEJADIAN 26:12-33)
Tujuan umum: Anak belajar untuk hidup damai dengan semua orang sebagai tindakan nyata dari iman kepada Tuhan
LAGU-LAGU (NYANYIKAN DI PEMBUKAAN IBADAH DAN JIKA MASIH ADA LAGU PENUTUP DI KELAS GUNAKAN LAGU YANG ADA DALAM DAFTAR INI)
1. RUKUN CINTA SATU SAMA LAIN
2. TAAT
3. DALAM TUHAN KITA BERSAUDARA
4. K A S I H
5. JALAN SERTA YESUS
6. KU MAU CINTA YESUS
7. KJ 422 YESUS BERPESAN
PENJELASAN BAHAN
Konteks kitab kejadian 26:12-33 merupakan kelanjutan cerita minggu lalu. Dalam bagian minggu ini, fokusnya bukan lagi kepada ketaatan, tetapi sikap hidup Ishak sebagai pembawa damai di tengah konflik.
Ishak menjadi sangat kaya dan berhasil (ayat 12-14). Keberhasilan Ishak menimbulkan iri hati orang Filistin. Sumur-sumur yang Ishak gali digusur dan direbut, karena air adalah sumber kehidupan daerah kering. Tetapi Ishak tidak membalas dengan kekerasan. Ia memilih mengalah dan berpindah lalu menggali sumur baru. Ishak memberi nama sumur sesuai pengalamannya yaitu Esek, Sitna dan Rehobot.
Dari kisah ini, kita belajar bahwa Tuhan meneguhkan janji-Nya. Abimelekh datang untuk berdamai dengan Ishak. Ishak menyambut mereka dengan perjamuan bukan dendam.
Damai bukan tanda kelemahan, melainkan buah iman dan kepercayaan kepada Allah. Orang yang hidup dalam berkat Tuhan tidak perlu mempertahankan haknya dengan kekerasan. Allah bekerja melalui orang yang memilih jalan damai.
Bahan ajar kelas Indria
Tema: Memilih Damai Itu Lebih Baik
Bahan Alkitab: Kejadian 26:12-33
Ayat hafalan: Matius 5:9a “berbahagialah orang yang membawa damai”
Pendekatan: cerita sederhana dan permainan interaktif
Awali dengan mengajak anak bernyanyi “Rukun Cinta Satu Sama Lain” dengan gerakan sebanyak 2 kali.
Setelah bernyanyi, guru mengajak anak-anak duduk bersama dan bercerita.
Adik-adik, Ishak punya banyak ternak dan ladang. Tuhan memberkati Ishak. Tapi orang-orang di sekitarnya menjadi iri dan marah. Mereka menutup sumur Ishak. Ishak tidak marah. Ia tidak berkelahi. Ia pergi dan membuat sumur baru. Tuhan senang karena Ishak suka damai. Nah, adik-adik, Tuhan juga suka kalau kita hidup damai dengan orang lain, caranya tidak memukul teman dan orang tua, mau berbagi dan mau minta maaf kalau melakukan kesalahan.
Adik-adik, sekarang kita mau belajar hidup damai seperti Ishak. Kita akan saling bergandengan tangan. Aturannya: adik-adik tidak boleh berlari, pegang tangan teman dengan lembut, tidak mendorong dan kalau teman jatuh, berhenti dan bantu teman.
Adik-adik, berdiri melingkar dan saling bergandengan tangan. Guru juga ikut bergabung dan bergandengan tangan dengan anak. Guru memberi perintah sederhana:
◊ Kita melangkah pelan-pelan ke kanan
◊ Sekarang ke kiri
◊ Sekarang berhenti dan tersenyum
Adik-adik, kita bergerak bersama, tidak sendiri-sendiri. Mari kita ucapkan:
“Aku mau hidup damai”
“Aku tidak mau bertengkar”
Penutup: bertanya kepada anak “Senang ya kalau kita rukun?” Adik-adik, Tuhan senang kalau anak-anak-Nya hidup rukun dan saling menyayangi. Seperti Ishak yang tidak suka bertengkar, kita juga mau hidup damai dan rukun.
Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, tolong kami supaya kami hidup damai dan tidak bertengkar. Terima kasih Tuhan Yesus, amin.
Bahan ajar kelas Pra Tanggung
Tema: Memilih Damai Itu Lebih Baik
Bahan Alkitab: Kejadian 26:12-33
Ayat hafalan: Matius 5:9 “berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah”
Pendekatan: diskusi
Awali dengan mengajak anak bernyanyi “Rukun Cinta Satu Sama Lain” dengan gerakan sebanyak 2 kali.
Setelah bernyanyi, guru mengajak anak-anak duduk bersama dan membaca Alkitab.
Ajak anak-anak membaca Kejadian 26:12-33. (berbalasan antara guru dan anak atau antara anak lelaki dan anak perempuan)
Berikan beberapa pertanyaan kepada anak-anak
1. Menurut kamu mengapa orang Filistin marah kepada Ishak?
2. Apa yang dilakukan Ishak ketika sumurnya direbut?
3. Menurut kamu, jika Ishak memilih untuk bertengkar dan berkelahi dengan orang Filistin apa yang akan terjadi?
4. Apakah kamu pernah bertengkar dengan temanmu?
5. Menurut kamu, apa yang bisa kita lakukan supaya tetap damai?
Ishak mengajarkan kita bahwa Tuhan senang kalau anak-anak-Nya memilih damai. Mengalah bukan berarti kalah, tapi berarti kita anak Tuhan. Nah, adik-adik, Tuhan juga suka kalau kita hidup damai dengan orang lain, caranya tidak membalas ejekan teman, mengalah saat berebut dan menyelesaikan masalah dengan bicara baik-baik. Mari kita sama-sama berkata: “berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah”(Matius 5:9)
Buat kartu damai:
Alat dan bahan:Kertas buffalo, gunting, pensil warna/spidol warna
Berikan kertas buffalo kepada anak-anak yang sudah digunting sebanyak anak-anak. Minta anak menuliskan kata-kata berikut kertas mereka (anak dapat memilih salah satu kalimat)
◊ Aku tidak akan bertengkar
◊ Aku tidak akan merebut barang teman
◊ Aku tidak akan memukul teman dan orang tua
◊ Aku tidak akan mengejek teman
Setelah anak menulis salah satu kalimat, anak-anak dapat menghias kartu damai dengan diwarnai sesuai kreativitas anak-anak.
Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, tolong kami supaya kami hidup damai dan tidak bertengkar. Terima kasih Tuhan Yesus, amin.
Bahan ajar kelas Tanggung
Tema: Memilih Damai Itu Lebih Baik
Bahan Alkitab: Kejadian 26:12-33
Ayat hafalan: Matius 5:9 “berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah”
Pendekatan: ceramah dan diskusi
Ajak anak-anak membaca Kejadian 26:12-33. Guru menjelaskan isi cerita kepada anak-anak.
Setelah penjelasan, guru mengajak anak-anak berdiskusi dalam studi kasus. Bagi anak-anak dalam beberapa kelompok.
STUDI KASUS
Kasus 1: Ishak menggali sumur di ladangnya, tapi orang Filistin menutup dan merebutnya. Ishak bisa marah dan berkelahi, tapi ia memilih mengalah dan mencari sumur baru
Kasus 2: saat bermain, temanmu mengambil mainanmu tanpa izin. Kamu bisa menuntut atau melawan, tapi kamu memilih menahan diri dan berbicara baik-baik supaya tetap damai.
Pertanyaan diskusi:
1. Apa yang dilakukan Ishak ketika sumurnya direbut?
2. Apa perbedaan antara mengalah karena damai dan lemah karena takut?
3. Jika kamu berada di posisi Ishak atau anak di kasus 2, apa yang akan kamu lakukan?
4. Bagaimana cara menjaga hati tetap tenang saat menghadapi situasi yang tidak adil?
5. Mengapa Tuhan senang jika kita mengalah demi damai, bukan karena takut atau lemah?
Sampaikan hasil diskusi kelompok di depan kelas. Setelah itu guru memberikan kesimpulan.
Ishak mengajarkan kita bahwa Tuhan senang kalau anak-anak-Nya memilih damai. Mengalah bukan berarti kalah, tapi berarti kita anak Tuhan. Nah, adik-adik, Tuhan juga suka kalau kita hidup damai dengan orang lain, caranya tidak membalas ejekan teman, mengalah saat berebut dan menyelesaikan masalah dengan bicara baik-baik. Mari kita sama-sama berkata: “berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah”(Matius 5:9)
Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, tolong kami supaya kami hidup damai dan tidak bertengkar. Terima kasih Tuhan Yesus, amin.
Bahan ajar remaja
Tema: Memilih Damai Itu Lebih Baik
Bahan Alkitab: Kejadian 26:12-33
Ayat hafalan: Matius 5:9 “berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah”
Pendekatan: ceramah dan diskusi
Bagi kelas menjadi beberapa kelompok. Pilih salah satu anak menjadi koordinator kelompok.
Berikan petunjuk anak untuk memetakan konflik Ishak dan orang Filistin
Guru menyiapkan: Kertas HVS, Spidol merah dan hijau sebanyak kelompok di kelas.
Cara kerja:
1. Anak-anak diminta membaca Kejadian 26:12-33
2. Buat peta konflik Ishak: pada bagian tengah kertas HVS, gambarkan kotak yang bertuliskan Ishak. Lalu buat kotak sekeliling Ishak untuk pihak lain yaitu orang Filistin (rebut sumur) dan Abimelekh (pemimpin yang ingin berdamai). Tarik panah konflik dari pihak lain dengan warna merah. Misalnya: Sumur ditutup-ancaman-membuat resah.
3. Tambahkan jalan damai: buat panah hijau dari Ishak ke tiap konflik menandakan pilihan damai.
Menggali sumur
Memberi nama sumur (Esek, Sitna, Rehobot)’
Menyambut Abimelek dengan perjamuan/damai
4. Tulis alasan di setiap panah hijau
Tidak ingin berkelahi- percaya Tuhan
Bawa damai – selamat dari konflik lebih besar
5. Berikan pertanyaan untuk diskusi:
◊ Apa pilihan lain yang bisa dilakukan Ishak? Apa resikonya?
◊ Mengapa mengalah demi damai lebih baik daripada membalas dendam?
◊ Pernahkah kalian menghadapi situasi yang mirip dengan Ishak di sekolah atau di rumah? Bagaimana memilih damai?
Berikan waktu untuk setiap kelompok membaca hasil diskusi di depan kelas.
Peneguhan: Ishak mengajarkan bahwa orang yang suka damai tidak berarti lemah. Mengalah karena percaya Tuhan adalah keputusan bijak dan melahirkan kedamaian.
Akhiri kelas dengan doa bersama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar