Khavatselet
Jumat, 20 Februari 2026
bahan ajar sekolah minggu (pelayanan anak dan remaja) seri tokoh Alkitab yusuf
bahan ajar sekolah minggu (pelayanan anak dan remaja) seri tokoh Alkitab yusuf
Jumat, 23 Januari 2026
Bahan ajar sekolah minggu (pelayan anak dan remaja) seri tokoh Ishak
BAHAN AJAR MINGGU
ISHAK: ORANG YANG SUKA DAMAI (KEJADIAN 26:12-33)
Tujuan umum: Anak belajar untuk hidup damai dengan semua orang sebagai tindakan nyata dari iman kepada Tuhan
LAGU-LAGU (NYANYIKAN DI PEMBUKAAN IBADAH DAN JIKA MASIH ADA LAGU PENUTUP DI KELAS GUNAKAN LAGU YANG ADA DALAM DAFTAR INI)
1. RUKUN CINTA SATU SAMA LAIN
2. TAAT
3. DALAM TUHAN KITA BERSAUDARA
4. K A S I H
5. JALAN SERTA YESUS
6. KU MAU CINTA YESUS
7. KJ 422 YESUS BERPESAN
PENJELASAN BAHAN
Konteks kitab kejadian 26:12-33 merupakan kelanjutan cerita minggu lalu. Dalam bagian minggu ini, fokusnya bukan lagi kepada ketaatan, tetapi sikap hidup Ishak sebagai pembawa damai di tengah konflik.
Ishak menjadi sangat kaya dan berhasil (ayat 12-14). Keberhasilan Ishak menimbulkan iri hati orang Filistin. Sumur-sumur yang Ishak gali digusur dan direbut, karena air adalah sumber kehidupan daerah kering. Tetapi Ishak tidak membalas dengan kekerasan. Ia memilih mengalah dan berpindah lalu menggali sumur baru. Ishak memberi nama sumur sesuai pengalamannya yaitu Esek, Sitna dan Rehobot.
Dari kisah ini, kita belajar bahwa Tuhan meneguhkan janji-Nya. Abimelekh datang untuk berdamai dengan Ishak. Ishak menyambut mereka dengan perjamuan bukan dendam.
Damai bukan tanda kelemahan, melainkan buah iman dan kepercayaan kepada Allah. Orang yang hidup dalam berkat Tuhan tidak perlu mempertahankan haknya dengan kekerasan. Allah bekerja melalui orang yang memilih jalan damai.
Bahan ajar kelas Indria
Tema: Memilih Damai Itu Lebih Baik
Bahan Alkitab: Kejadian 26:12-33
Ayat hafalan: Matius 5:9a “berbahagialah orang yang membawa damai”
Pendekatan: cerita sederhana dan permainan interaktif
Awali dengan mengajak anak bernyanyi “Rukun Cinta Satu Sama Lain” dengan gerakan sebanyak 2 kali.
Setelah bernyanyi, guru mengajak anak-anak duduk bersama dan bercerita.
Adik-adik, Ishak punya banyak ternak dan ladang. Tuhan memberkati Ishak. Tapi orang-orang di sekitarnya menjadi iri dan marah. Mereka menutup sumur Ishak. Ishak tidak marah. Ia tidak berkelahi. Ia pergi dan membuat sumur baru. Tuhan senang karena Ishak suka damai. Nah, adik-adik, Tuhan juga suka kalau kita hidup damai dengan orang lain, caranya tidak memukul teman dan orang tua, mau berbagi dan mau minta maaf kalau melakukan kesalahan.
Adik-adik, sekarang kita mau belajar hidup damai seperti Ishak. Kita akan saling bergandengan tangan. Aturannya: adik-adik tidak boleh berlari, pegang tangan teman dengan lembut, tidak mendorong dan kalau teman jatuh, berhenti dan bantu teman.
Adik-adik, berdiri melingkar dan saling bergandengan tangan. Guru juga ikut bergabung dan bergandengan tangan dengan anak. Guru memberi perintah sederhana:
◊ Kita melangkah pelan-pelan ke kanan
◊ Sekarang ke kiri
◊ Sekarang berhenti dan tersenyum
Adik-adik, kita bergerak bersama, tidak sendiri-sendiri. Mari kita ucapkan:
“Aku mau hidup damai”
“Aku tidak mau bertengkar”
Penutup: bertanya kepada anak “Senang ya kalau kita rukun?” Adik-adik, Tuhan senang kalau anak-anak-Nya hidup rukun dan saling menyayangi. Seperti Ishak yang tidak suka bertengkar, kita juga mau hidup damai dan rukun.
Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, tolong kami supaya kami hidup damai dan tidak bertengkar. Terima kasih Tuhan Yesus, amin.
Bahan ajar kelas Pra Tanggung
Tema: Memilih Damai Itu Lebih Baik
Bahan Alkitab: Kejadian 26:12-33
Ayat hafalan: Matius 5:9 “berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah”
Pendekatan: diskusi
Awali dengan mengajak anak bernyanyi “Rukun Cinta Satu Sama Lain” dengan gerakan sebanyak 2 kali.
Setelah bernyanyi, guru mengajak anak-anak duduk bersama dan membaca Alkitab.
Ajak anak-anak membaca Kejadian 26:12-33. (berbalasan antara guru dan anak atau antara anak lelaki dan anak perempuan)
Berikan beberapa pertanyaan kepada anak-anak
1. Menurut kamu mengapa orang Filistin marah kepada Ishak?
2. Apa yang dilakukan Ishak ketika sumurnya direbut?
3. Menurut kamu, jika Ishak memilih untuk bertengkar dan berkelahi dengan orang Filistin apa yang akan terjadi?
4. Apakah kamu pernah bertengkar dengan temanmu?
5. Menurut kamu, apa yang bisa kita lakukan supaya tetap damai?
Ishak mengajarkan kita bahwa Tuhan senang kalau anak-anak-Nya memilih damai. Mengalah bukan berarti kalah, tapi berarti kita anak Tuhan. Nah, adik-adik, Tuhan juga suka kalau kita hidup damai dengan orang lain, caranya tidak membalas ejekan teman, mengalah saat berebut dan menyelesaikan masalah dengan bicara baik-baik. Mari kita sama-sama berkata: “berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah”(Matius 5:9)
Buat kartu damai:
Alat dan bahan:Kertas buffalo, gunting, pensil warna/spidol warna
Berikan kertas buffalo kepada anak-anak yang sudah digunting sebanyak anak-anak. Minta anak menuliskan kata-kata berikut kertas mereka (anak dapat memilih salah satu kalimat)
◊ Aku tidak akan bertengkar
◊ Aku tidak akan merebut barang teman
◊ Aku tidak akan memukul teman dan orang tua
◊ Aku tidak akan mengejek teman
Setelah anak menulis salah satu kalimat, anak-anak dapat menghias kartu damai dengan diwarnai sesuai kreativitas anak-anak.
Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, tolong kami supaya kami hidup damai dan tidak bertengkar. Terima kasih Tuhan Yesus, amin.
Bahan ajar kelas Tanggung
Tema: Memilih Damai Itu Lebih Baik
Bahan Alkitab: Kejadian 26:12-33
Ayat hafalan: Matius 5:9 “berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah”
Pendekatan: ceramah dan diskusi
Ajak anak-anak membaca Kejadian 26:12-33. Guru menjelaskan isi cerita kepada anak-anak.
Setelah penjelasan, guru mengajak anak-anak berdiskusi dalam studi kasus. Bagi anak-anak dalam beberapa kelompok.
STUDI KASUS
Kasus 1: Ishak menggali sumur di ladangnya, tapi orang Filistin menutup dan merebutnya. Ishak bisa marah dan berkelahi, tapi ia memilih mengalah dan mencari sumur baru
Kasus 2: saat bermain, temanmu mengambil mainanmu tanpa izin. Kamu bisa menuntut atau melawan, tapi kamu memilih menahan diri dan berbicara baik-baik supaya tetap damai.
Pertanyaan diskusi:
1. Apa yang dilakukan Ishak ketika sumurnya direbut?
2. Apa perbedaan antara mengalah karena damai dan lemah karena takut?
3. Jika kamu berada di posisi Ishak atau anak di kasus 2, apa yang akan kamu lakukan?
4. Bagaimana cara menjaga hati tetap tenang saat menghadapi situasi yang tidak adil?
5. Mengapa Tuhan senang jika kita mengalah demi damai, bukan karena takut atau lemah?
Sampaikan hasil diskusi kelompok di depan kelas. Setelah itu guru memberikan kesimpulan.
Ishak mengajarkan kita bahwa Tuhan senang kalau anak-anak-Nya memilih damai. Mengalah bukan berarti kalah, tapi berarti kita anak Tuhan. Nah, adik-adik, Tuhan juga suka kalau kita hidup damai dengan orang lain, caranya tidak membalas ejekan teman, mengalah saat berebut dan menyelesaikan masalah dengan bicara baik-baik. Mari kita sama-sama berkata: “berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah”(Matius 5:9)
Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, tolong kami supaya kami hidup damai dan tidak bertengkar. Terima kasih Tuhan Yesus, amin.
Bahan ajar remaja
Tema: Memilih Damai Itu Lebih Baik
Bahan Alkitab: Kejadian 26:12-33
Ayat hafalan: Matius 5:9 “berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah”
Pendekatan: ceramah dan diskusi
Bagi kelas menjadi beberapa kelompok. Pilih salah satu anak menjadi koordinator kelompok.
Berikan petunjuk anak untuk memetakan konflik Ishak dan orang Filistin
Guru menyiapkan: Kertas HVS, Spidol merah dan hijau sebanyak kelompok di kelas.
Cara kerja:
1. Anak-anak diminta membaca Kejadian 26:12-33
2. Buat peta konflik Ishak: pada bagian tengah kertas HVS, gambarkan kotak yang bertuliskan Ishak. Lalu buat kotak sekeliling Ishak untuk pihak lain yaitu orang Filistin (rebut sumur) dan Abimelekh (pemimpin yang ingin berdamai). Tarik panah konflik dari pihak lain dengan warna merah. Misalnya: Sumur ditutup-ancaman-membuat resah.
3. Tambahkan jalan damai: buat panah hijau dari Ishak ke tiap konflik menandakan pilihan damai.
Menggali sumur
Memberi nama sumur (Esek, Sitna, Rehobot)’
Menyambut Abimelek dengan perjamuan/damai
4. Tulis alasan di setiap panah hijau
Tidak ingin berkelahi- percaya Tuhan
Bawa damai – selamat dari konflik lebih besar
5. Berikan pertanyaan untuk diskusi:
◊ Apa pilihan lain yang bisa dilakukan Ishak? Apa resikonya?
◊ Mengapa mengalah demi damai lebih baik daripada membalas dendam?
◊ Pernahkah kalian menghadapi situasi yang mirip dengan Ishak di sekolah atau di rumah? Bagaimana memilih damai?
Berikan waktu untuk setiap kelompok membaca hasil diskusi di depan kelas.
Peneguhan: Ishak mengajarkan bahwa orang yang suka damai tidak berarti lemah. Mengalah karena percaya Tuhan adalah keputusan bijak dan melahirkan kedamaian.
Akhiri kelas dengan doa bersama.
Jumat, 16 Januari 2026
bahan ajar sekolah minggu seri tokoh ishak
TAAT KEPADA KEHENDAK ALLAH
(KEJADIAN 26:1-6)
Tujuan umum: Anak belajar untuk
setia dan taat kepada perintah Tuhan
LAGU-LAGU (NYANYIKAN DI PEMBUKAAN
IBADAH DAN JIKA MASIH ADA LAGU PENUTUP DI KELAS GUNAKAN LAGU YANG ADA DALAM
DAFTAR INI)
1. SETIA,SETIALAH
2. TAAT
3. AKU PERCAYA
4. JANJIMU TUHAN
5. JALAN SERTA YESUS
6. KU MAU CINTA YESUS
7. KJ 422 YESUS BERPESAN
PENJELASAN BAHAN
Konteks kitab kejadian 26
menceritakan perjalanan hidup Ishak sebagai penerus janji Allah kepada Abraham.
Pasal ini menunjukkan bahwa Allah tidak berhenti pada satu generasi, tetapi
berlanjut kepada keturunannya.
Dalam cerita ini, terjadi
kelaparan di negeri kanaan. Secara logis, Mesir adalah tempat aman karena
terkenal sebagai lumbung pangan. Tetapi Allah secara langsung memerintahkan
Ishak untuk tidak pergi ke Mesir, melainkan tinggal di negeri yang Allah tunjukkan
yaitu Gerar.
Isi utama teks:
1. Allah memberi perintah
(ayat 2-3)
2. Allah memberi janji
penyertaan dan berkat (ayat 3-5)
3. Ishak taat meskipun
situasi sulit (ayat 6)
Pesan teologis:
1. Ketaatan kepada Allah
seringkali menuntut kepercayaan bukan kenyamanan
2. Janji Allah menyertai
ketaatan, bahkan di tengah krisis
3. Taat bukan hanya
mendengar, tetapi melakukan kehendak Allah.
Bahan ajar kelas Indria
Tema: Taat kepada Kehendak Allah
Bahan Alkitab: Kejadian 26:1-6
Ayat hafalan: Ulangan 27:10a
“Sebab itu engkau harus mendengar suara Tuhan Allahmu”
Pendekatan: permainan interaktif,
cerita sederhana dan mewarnai
Awali dengan permainan “Ikuti
Perintah”. Guru dapat mencotohkan gerakan sederhana lalu anak diminta
mengikuti.
Setelah permainan jelaskan arti
permainan itu, yaitu mendengar perintah dan melakukannya. Taat kepada Tuhan
artiny mendengar firman Tuhan dan
melakukannya. Dalam cerita hari ini, ada seorang bapak yang sangat taat kepada
Tuhan. Pada suatu saat, ada bencana kelaparan di negeri Kanaan. Kelaparan
artinya hujan tidak turun, tanaman tidak tumbuh dan makanan susah didapat.
Seorang bapak yang tinggal di Kanaan, mau pergi ke Mesir, karena di Mesir ada
makanan. Tetapi…..Tuhan Allah berfirman supaya bapak itu tinggal di negeri
namanya Gerar. Tuhan Allah berjanji bahwa Tuhan Allah akan memberkati bapak itu
bersama keluarganya. Bapak itu memilih taat kepada firman Tuhan dan tinggal di
Gerar. Bapak itu taat kepada Tuhan dan Tuhan memberkatinya. Nah adik-adik, nama
bapak itu adalah Ishak, anak dari bapak Abraham. Ishak juga anak yang taat
kepada perintah Tuhan seperti bapak Abraham. Adik-adik, Tuhan senang kalau kita
mendengar dan melakukan Firman Tuhan dan Tuhan akan memberkati anak yang taat
kepada perintah Tuhan.
Alat dan bahan:
1. Gambar Ishak sejumlah
anak.
2. Crayon, pensil warna
atau spidol warna
akhiri dengan doa bersama (guru
ucapkan dan dikuti semua anak): Tuhan, terima kasih karena Engkau selalu
memberkati kami. Tolong kami untuk taat kepada-Mu setiap hari. Amin
Bahan ajar kelas Pra tanggung
Tema: Taat kepada Kehendak Allah
Bahan Alkitab: Kejadian 26:1-6
Ayat hafalan: Amsal 3:5a
“Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu”
Pendekatan: cerita sederhana,
aktivitas
Suatu hari, negeri tempat Ishak
tinggal yaitu tanah Kanaan mengalami kelaparan. Hujan tidak turun, tanaman
susah tumbuh dan manusia susah dapat makanan. Ishak mau pergi dari Kanaan ke
Mesir karena di Mesir ada banyak makanan. Tetapi Tuhan berkata kepada Ishak
untuk jangan pergi ke Mesir, tinggal di Gerar dan Tuhan akan memberkati serta
menyertai Ishak.
Perintah Tuhan rasanya sulit.
Tinggal berarti berani percaya. Pergi terasa lebih aman. Tetapi Ishak memilih
percaya kepada Tuhan. Ia tetap tinggal, meskipun tidak mudah.
Tuhan menepati janji-Nya. Ishak
mengalami pertolongan Tuhan.
Taat kepada Tuhan artinya
percaya, walau pilihan itu terasa sulit. Contohnya saat ingin melawan orang tua
kita belajar taat. Atau saat takut, kita belajar percaya kepada Tuhan.
Penerapan:
Menulis kartu komitmen
Alat dan bahan: kertas dan pulpen
Bagikan kertas kepada anak-anak
(1 lembar HVS dibagi 8). Minta anak menulis kalimat “Aku mau taat kepada Tuhan
dengan cara………….”
Akhiri dengan doa bersama: Ya
Tuhan, tolonglah kami supaya kami selalu taat kepada firman-Mu dan mengasihi
sesama kami. Amin.
Bahan ajar kelas tanggung
Tema: Taat kepada Kehendak Allah
Bahan Alkitab: Kejadian 26:1-6
Ayat hafalan: Yohanes 14:15 “Jika
kamu mengasihi Aku, kamu menuruti perintah-Ku”
Pendekatan: diskusi
Awali kelas dengan membaca
bersama kejadian 26:1-6 (bisa dibaca bersama atau berbalasan ayat bernomor
genap oleh perempuan dan ayat bernomor ganjil oleh laki-laki)
Pertanyaan diskusi:
1. Apakah nama tempat
yang menjadi tujuan Ishak ketika kelaparan datang ke Kanaan?
2. Siapakah nama raja
orang Filistin?
3. Apa perintah Allah
kepada Ishak (ayat 2)?
4. Apa janji Allah kepada
Ishak ketika Tuhan melarang Ishak pergi ke Mesir?
5. Di manakah Ishak
tinggal setelah Allah melarang dia ke Mesir?
6. Menurut adik-adik,
mengapa Ishak memilih taat kepada perintah Tuhan?
Adik-adik terkasih, Ishak memilih
taat kepada Tuhan karena ia percaya sungguh kepada Tuhan. Cerita Ishak
mengajarkan kita untuk percaya sungguh-sungguh kepada Tuhan. Taat kepada
peruntah Tuhan. Taat kepada Tuhan bukan karena takut dihukum atau masuk neraka,
tetapi karena kita mengasihi Tuhan. Taat berarti percaya bahwa Tuhan tahu yang
terbaik untuk kita.
Penerapan: belajar studi kasus
Bagi kelompok kelas menjadi 3
kelompok, masing-masing kelompok diminta mendiskusikan satu kasus. Cerita kasus
ini dapat diperbanyak untuk dibagikan kepada setiap kelompok
Kasus 1
Judul: ikut teman atau taat?
Cerita kasus:
Suatu hari, Jeremi dan
teman-teman sedang bermain di sekolah. Saat jam istirahat, beberapa teman
mengajak Jeremi keluar kelas tanpa izin guru. Temannya berkata: “tenang saja,
semua juga ikut. Guru tidak akan tahu’. Jeremi tahu bahwa aturan sekolah melarang
keluar kelas tanpa ijin. Ia juga ingat bahwa orangtuanya selalu mengajarkan
untuk taat kepada aturan.
Jeremi bingung. Kalau ia menolak,
teman-temannya bisa mengejek dan tidak mau lagi berteman dengannya. Tetapi
kalau iktu, ia tahu itu tidak benar
Pertanyaan diskusi:
1. Pilihan apa saja yang
dimiliki Jeremi?
2. Menurutmu, pilihan
mana yang sesuai kehendak Tuhan?
3. Apa yang mungkin
dirasakan Jeremi jika ia taat?
4. Apa yang bisa terjadi
kalau Jeremi memilih ikut teman-temannya?
Kasus 2
Judul: Jujur atau Aman?
Cerita:
Ketika ulangan, Bintang melihat
jawaban temannya. Ia belum selesai mengerjakan dan waktu hampir habis. Temannya
berbisik “kamu boleh melihat jawabanku”. Bintang tahu bahwa menyontek itu
salah. Ia ingin dapat nilai bagus tetapi juga taat kepada Tuhan.
Pertanyaan
1. Apa yang membuat
Bintang ragu menyontek?
2. Apa yang akan kamu
lakukan jika kamu adalah Bintang?
3. Mengapa kejujuran
penting bagi Tuhan?
4. Bagaimana perasaanmu
jika tetap memilih tidak menyontek tapi nilaimu biasa saja?
Kasus 3
Judul: Pilihan yang tidak mudah
Cerita
Hari minggu pagi, Riko ingin ke
pantai untuk ambil meting. Tetapi hari itu, keluarganya mengajak Riko ke
gereja. Riko berkata dalam hati “Kalau aku pergi pantai sekarang, pasti aku
dapat banyak meting”. Ia tahu bahwa beribadah adalah cara untuk menghormati
Tuhan tetapi keinginannya untuk ke pantai sangat besar.
Pertanyaan
1. Apa yang membuat
pilihan Riko sulit?
2. Mengapa beribadah itu
penting?
3. Bagaimana cara Riko
tetap taat tanpa merasa terpaksa?
4. Pernahkah kamu
mengalami hal yang sama seperti Riko?
Catatan untuk guru:
Biarkan anak menjawab sesuai
pengetahuan mereka. Tugas guru adalah mengarahkan anak untuk memahami maksud
cerita di atas
Cerita 1: taat kepada Tuhan
membuat kita berbeda tetapi Tuhan selalu menyertai
Cerita 2: taat artinya memiliki
hati yang jujur bukan hasil yang tidak benar
Cerita 3: taat kepada Tuhan
artinya menempatkan Tuhan di atas keinginan sendiri.
Akhiri dengan doa bersama: Ya
Tuhan, terima kasih atas pernyertaan-Mu kepada kami. Tolonglah kami untuk
selalu taat kepada-Mu. Amin.
Bahan ajar kelas remaja
Tema: Taat kepada Kehendak Allah
Bahan Alkitab: Kejadian 26:1-6
Ayat hafalan: Yohanes 14:15 “Jika
kamu mengasihi Aku, kamu menuruti perintah-Ku”
Pendekatan: diskusi
Awali kelas dengan membaca
bersama kejadian 26:1-6 (bisa dibaca bersama atau berbalasan ayat bernomor
genap oleh perempuan dan ayat bernomor ganjil oleh laki-laki).
Jelaskan latar belakang teks bahwa Ishak
mengalami krisis ekonomi. Jalan keluar terbaik menurut Ishak adalah pergi ke
Mesir. Di sana, ada banyak makanan. Tetapi Tuhan Allah melarang ia ke sana.
Tuhan melarang jalan keluar yang menurut Ishak paling aman. Ketaatan
membutuhkan keberanian dan iman. Ketaatan artinya setia kepada Tuhan di atas
kehendak diri sendiri.
Ajak anak diskusi singkat tentang
tema taat atau ikut perkembangan zaman
Pengantar diskusi:
Zaman sekarang, banyak hal
dianggap normal karena dilakukan banyak orang. Jika tidak iktu, kita sering
dianggap aneh, ketinggalan zaman atau tidak gaul. Tetapi sebagai pengikut
Kristus, kita dipanggil untuk taat kepada kehendak Tuhan.
Pertanyaan diskusi:
1. Apayang dimaksud
dengan “perkembangan zaman”? (misalnya gaya hidup, pergaulan, tren media
sosial, cara berbicara, cara berpakaian,
sikap terhadap kejujuran)
2. Pernahkah kamu berada
di kondisi harus memilih antara ikut teman atau melakukan yang benar? Bagaimana
perasaanmu saat itu?
3. Menurutmu mengapa taat
kepada Tuhan kadang terasa lebih sulit daripada ikut arus?
4. Apa resiko jika kita
selalu mengikuti perkembangan zaman tanpa berpikir?
5. Bagaimana cara tetap
taat kepada Tuhan tanpa merasa terasing atau sendirian?
Refleksi:
Ishak hidup di masa sulit, semua
orang memilih jalan yang kelihatan aman. Tetapi Ishak memilih taat kepada
Tuhan. Ketaatan Ishak bukan karena dia kuat, tetapi karena ia percaya Tuhan
setia.
Penutup: taat kepada Tuhan bukan
berarti menolak perkembangan zaman tetapi berani hidup dengan nilai yang benar
di tengah-tengah arus perkembangan dunia.
Penerapan: ajak anak menulis
komitmen untuk melakukan ketaatan kepada Tuhan dalam minggu ini misalnya jujur,
menggunakan media sosial dengan bijak, sikap kepada orang tua atau soal
pergaulan dengan teman). Bagikan kertas kepada anak dan minta mereka menuliskan
komitmen mereka dalam minggu ini. Satu kertas HVS dapat dibagi 8 dan diberikan
kepada setiap anak. Kartu komitmen itu dipegang oleh anak-anak untuk dilakukan
dalam minggu ini.
Akhiri dengan doa bersama.
Rabu, 07 Januari 2026
Bahan Ajar Sekolah Minggu (Pelayanan Anak dan Remaja) Seri Tokoh Alkitab Ishak
Hallo, maaf saya lama baru kembali posting di blog ini. Awal tahun ini saya posting bahan ajar sekolah minggu untuk membantu teman-teman guru par yang mungkin membutuhkan inspirasi bahan ajar. Untuk postingan kali ini, saya membuat seri bahan ajar tokoh Alkitab dan dimulai dari tokoh Ishak. Bahan ajar ini saya buat mengikuti bahan ajar di tempat pelayanan saya. Kami sudah selesai membahas tokoh Alkitab dari Adam sampai Abraham dan tahun ini dibuka dengan tokoh Ishak. Tujuannya agar anak-anak belajar tentang tokoh Alkitab dan meneladani hal baik mereka.
TEMA: ISHAK, ANAK ABRAHAM-TELADAN IMAN DAN KETAATAN
Tujuan umum:
Anak-anak mengenal tokoh Ishak, memahami hubungannya dengan Abraham dan Allah, serta meneladani iman, ketaatan dan kasih Allah dalam kehidupan sehari-hari.
MINGGU 1: LATAR BELAKANG ISHAK DAN JANJI ALLAH (KEJADIAN 21:1-7)
BAHAN AJAR MINGGU 1
TEMA: PERCAYA KEPADA JANJI ALLAH
Tujuan umum: Anak mau setia dan percaya menunggu janji Allah dengan cara mengasihi Tuhan dan sesama.
LAGU-LAGU (NYANYIKAN DI PEMBUKAAN IBADAH DAN JIKA MASIH ADA LAGU PENUTUP DI KELAS GUNAKAN LAGU YANG ADA DALAM DAFTAR INI)
3. DALAM YESUS KITA BERSAUDARA
4. AKU PERCAYA
PENJELASAN BAHAN
KEJADIAN 21: 1-7
Kejadian 21:1-7 menceritakan tentang penggenapan janji Allah kepada Abraham dan Sara tentang kelahiran seorang anak yang akan menjadi ahli waris Abraham. Ishak lahir pada masa tua Abraham dan Sara. Peristiwa ini menunjukkan bahwa Tuhan setia pada janji-Nya, tidak ada yang mustahil bagi Allah dan Ia bekerja pada waktu yang tepat.
Ayat 1 dan 2 menegaskan bahwa Tuhan memperhatikan Sara dan melakukan kepada Sara seperti yang dijanjikan-Nya sehingga Sara mengandung dan melahirkan Ishak di usia lanjut, sesuai waktu yang ditetapkan Allah
Kelahiran ishak menunjukkan ketaatan dan kepercayaan Abraham dan Sara kepada janji Tuhan. Kemudian, anak mereka diberi nama Ishak yang berarti Allah telah membuat aku tertawa, karena Ishak berarti tertawa. Ketika Tuhan berfirman bahwa Sara akan mengandung, ia tertawa di belakang tenda sebab ia tidak percaya bahwa ia akan hamil di usia tua. Allah mengubah tawa ketidakpercayaan Sara menjadi tawa sukacita.
Abraham adalah orang yang taat kepada janji Allah dan perintah Allah, sehingga pada hari kedelapan ia menyunat Ishak sebagai tanda perjanjian Allah dengan semua keluarganya. Ketaatan Abraham ditunjukkan dalam perkataan dan perbuatannya.
Ishak adalah penggenapan janji Allah kepada Abraham dan Sara. Dalam menanti janji itu, Abraham tetap setia menjalankan semua kehendak Tuhan.
Tema: Percaya kepada Janji Allah
Bahan alkitab: Kejadian 21:1-7
Ayat hafalan: Lukas 1:37 “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil’
Pendekatan: Cerita sederhana, visual, permainan
Cerita singkat
Adik-adik, hari ini kita akan mengawali cerita kita dengan permainan. Permainannya bernama “menunggu janji”. Adik-adik disilahkan duduk melingkar dan tidak boleh bergerak selama 2 menit (pasang timer). Bagi adik-adik yang tidak bergerak selama 2 menit, ibu guru akan memberikan hadiah. (setelah permainan berakhir berikan hadiah kecil berupa permen)
Nah adik-adik, seperti permainan yang tadi adik-adik mainkan, yaitu menunggu, ada satu bapak di Alkitab juga yang setia menunggu. Ia setia menunggu janji Tuhan. Bapak itu bernama Abraham. Istrinya bernama Sara. Tuhan Allah berjanji bahwa bapa Abraham ini akan memiliki anak, tetapi janji itu lama baru diberikan. Ibu Sara, sudah tua. Tetapi bapa Abraham tetap setia kepada janji Tuhan. Allah tidak pernah lupa pada janji-Nya maka ibu Sara pun hamil dan melahirkan satu anak laki-laki. Anak itu bernama Ishak. Ishak artinya tertawa. Ibu Sara tertawa karena sangat senang
Jadi, Ishak yang lahir dari bapa Abraham dan ibu Sara adalah anak yang dijanjikan Allah kepada mereka. Sama seperti Abraham dan Sara setia menunggu janji Tuhan, maka sebagai anak-anak Tuhan hari ini kita juga harus setia menunggu janji Tuhan. Adik-adik, Tuhan itu sayang kepada kita. Tuhan juga setia menepati janji-Nya. Jadi sebagai anak sekolah minggu tugas kita setia berdoa, setia sekolah minggu dan sayang kepada orang tua.
Penerapan: Warnai gambar Abraham dan Sara.
Alat dan bahan:
1. Gambar Abraham dan Sara sejumlah anak.
2. Crayon, pensil warna atau spidol warna
akhiri dengan doa bersama (guru ucapkan dan dikuti semua anak): Tuhan, terima kasih karena Engkau setia menepati janji-Mu. Tolong kami percaya kepada-Mu setiap hari. Amin.
Bahan ajar kelas pra tanggung
Tema: Percaya kepada Janji Allah
Bahan alkitab: Kejadian 21:1-7
Ayat hafalan: Lukas 1:37 “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil’
Pendekatan: Cerita sederhana, visual, permainan
Cerita singkat
Pada suatu hari, Tuhan menepati janji-Nya kepada bapa Abraham dan ibu Sara. Ibu Sara sudah sangat tua dan ia berpikir “Ah, sudah tidak mungkin aku punya bayi”. Tetapi Tuhan itu maha kuasa dan selalu setia dengan janji-Nya. Lalu terjadilah, pada suatu hari, ibu Sara melahirkan seorang anak laki-laki. Bapa Abraham dan ibu Sara sangat bahagia. Bapa Abraham memberikan nama anak itu Ishak. Nama ishak artinya tertawa. Ibu Sara tertawa karena sangat senang
Jadi, Ishak yang lahir dari bapa Abraham dan ibu Sara adalah anak yang dijanjikan Allah kepada mereka. Sama seperti bapa Abraham dan ibu Sara setia menunggu janji Tuhan, maka sebagai anak-anak Tuhan hari ini kita juga harus setia menunggu janji Tuhan. Adik-adik, Tuhan itu sayang kepada kita. Tuhan juga setia menepati janji-Nya. Jadi sebagai anak sekolah minggu tugas kita setia berdoa, setia sekolah minggu dan sayang kepada orang tua.
Penerapan: Menyusun puzzle gambar Abraham dan Sara dan diwarnai
Alat dan bahan:
1. Gambar Abraham dan Sara sesuai jumlah anak
2. Gunting
3. Lem
4. Crayon/pensil warna
5. Kardus bekas sesuai ukuran kertas untuk menyusun puzzle
Cara kerja: Download gambar Abraham dan Sara. Perbanyak sesuai jumlah anak dan potong-potong membentuk puzzle. Setelah itu bagi per anak potongan-potongan puzzle tadi dan suruh mereka susun kembali dengan cara dilem di kardus bekas atau bahan lain kemudian diwarnai.
Akhiri dengan doa bersama (guru ucapkan dan diikuti semua anak): Tuhan kami percaya bahwa Engkau selalu menepati janji-Mu. Ajar kami untuk selalu setia kepada-Mu. Amin.
Tema: Percaya kepada Janji Allah
Bahan alkitab: Kejadian 21:1-7
Ayat hafalan: Lukas 1:37 “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil’
Pendekatan: Diskusi singkat, aktivitas kreatif, hafalan.
Aktivitas:
1. Ajak anak membaca Alkitab bersama (bisa berbalasan laki-laki dan perempuan atau dibaca bersama-sama)
2. Ajukan pertanyaan diskusi:
a. Apakah adik-adik pernah menunggu sesuatu yang sangat adik-adik suka?
b. Apa yang adik-adik rasa ketika menunggu?
c. Dalam bacaan Alkitab kita, siapakah yang yang menjanjikan anak kepada Sara?
d. Apakah TUHAN menepati janji-Nya kepada Sara?
e. Siapakah nama anak yang lahir dari Sara?
f. Apakah arti nama Ishak?
Setelah anak menjawab pertanyaan, guru menjelaskan bahwa: Tuhan selau menepati janji-Nya kepada manusia, termasuk kepada anak-anak sekolah minggu. Tugas anak sekolah minggu adalah percaya sungguh-sungguh kepada Tuhan, mengasihi teman, mengasihi orang tua, menghormati guru, setia beribadah dan setia pergi ke sekolah.
Akhiri diskusi dengan sama-sama berdoa: (guru ucapkan baru anak-anak ikut)
Ya Tuhan Yesus, tolong kami untuk selalu percaya dan setia kepada-Mu. Amin.
Penerapan:
Mengisi lembaran janji Allah selama 1 bulan
Buatkan lembar berjudul “Janji Allah Kepada……..(isi nama anak)”
Buatkan kolom sebanyak 30 hari dan persilahkan anak mengisi kolom itu setiap hari. Guru dapat memberikan contoh misalnya pada hari pertama ditulis: Aku percaya Tuhan mendengar doaku, hari kedua: aku percaya Tuhan………
Bahan ajar kelas remaja
Tema: Percaya kepada Janji Allah
Bahan alkitab: Kejadian 21:1-7
Ayat hafalan: Lukas 1:37 “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil’
Pendekatan: Diskusi singkat, aktivitas kreatif, hafalan.
Aktivitas:
Mulai dengan ajak anak berdiskusi singkat dengan ajukan pertanyaan: (10 menit)
1. Pernahkah kamu menunggu sesuatu sangat lama?
2. Apa yang paling tidak kamu sukai dari menunggu
Ajak anak membaca Alkitab: metode: Baca-Diam-Rasakan (15 menit)
Langkah:
1. Baca kejadian 21:1-7 secara perlahan oleh 2-3 remaja
2. Setelah membaca semua diam selama 1 menit
3. Guru bertanya: bagian mana yang paling menarik perhatianmu? Apa yang kamu rasakan dari kisah ini? (jangan langsung menjelaskan, biarkan anak menjawab tetapi jangan dipaksa)
4. Penjelasan inti firman (singkat dan mendalam 10 menit): untuk bagian ini guru perlu memahami dengan benar cerita Abraham dan Sara tentang janji Tuhan mengenai Ishak. Bisa dibaca pada pasal-pasal sebelum pasal 21.
Pokok penjelasannya:
◊ Abraham dan Sara menunggu sangat lama
◊ Secara logika, janji Allah terdengar tidak masuk akal sebab Sara sudah tua dan bagi manusia, Sara tidak mungkin lagi untuk hamil
◊ Tetapi Allah tidak melupakan janji-Nya. Ia menunggu waktu yang tepat
◊ Ishak adalah bukti bahwa Allah bekerja tepat pada waktu-Nya, bukan dalam waktu manusia.
◊ Menunggu janji Allah adalah bukti nyata iman kita kepada-Nya. Dalam menunggu janji Allah itu, Ia sedang membentuk iman kita.
5. Penerapan: Surat Untuk Tuhan (15 menit)
Alat dan bahan:
Kertas untuk menulis surat (bisa dari buku anak-anak atau guru membagi kertas HVS menjadi dua sehingga 1 lembar kertas dapat dipakai 2 orang anak)
Kertas bekas untuk melipat amlop
Lem
Gunting
Bagikan kertas kepada anak-anak dan minta mereka menulis surat kepada Tuhan yang berisi:
◊ Hal yang sedang mereka tunggu
◊ Perasaan mereka saat ini (jujur)
◊ Diakhiri satu kalimat iman: “Aku mau tetap percaya kepada-Mu Tuhan”
Selesai menulis surat, masukan dalam amplop yang telah dibuat oleh anak-anak dan dilem. Ajak anak berdoa bersama: “Tuhan ajarlah kami percaya seperti Abraham dan Sara. Saat kami harus menunggu, kuatkan iman kami. Amin.”